Usaha Tambal Ban Tobing Bertahan di tengah Persaingan
- 08 Sep 2026 15:40 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli — Usaha bengkel tambal ban motor menjadi salah satu pilihan mata pencaharian yang dijalani Tobing, warga Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Usaha tersebut berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi, tepat di samping Jembatan Lonti, Kelurahan Nalu, Kabupaten Tolitoli.
Bengkel milik Tobing mulai beroperasi sejak pukul 07.00 WITA hingga 22.00 WITA setiap hari. Berada di lokasi yang cukup strategis dan berada di jalur yang ramai dilalui kendaraan, bengkel tersebut melayani berbagai kebutuhan pengendara, mulai dari tambal ban tubeless, tambah angin hingga penggantian ban motor.
Tobing mengungkapkan, sebelum membuka usaha tambal ban, dirinya sempat bekerja di sektor swasta dengan berbagai jenis pekerjaan. Keputusan membuka bengkel dilakukan setelah mendapat dukungan dari keluarga, khususnya keponakannya yang membantu memulai usaha tersebut.
“Sebelum buka bengkel tambal ban saya kerja swasta, macam-macam saya kerja. Akhirnya dibantu keluarga, yaitu keponakan saya untuk buka bengkel. Sudah dua tahun ini saya buka bengkel tambal ban di sini. Letaknya cukup strategis juga, walau dekat jembatan tapi agak luas,” tutur Tobing, Senin (7/9/2026).
Menurut Tobing, pendapatan dari usaha tersebut masih belum menentu setiap harinya. Saat kondisi ramai, ia dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp200 ribu dalam sehari, sementara ketika pelanggan sepi, pendapatannya bisa turun hingga sekitar Rp50 ribu.
Hingga saat ini, seluruh aktivitas bengkel masih ditangani sendiri oleh Tobing tanpa menggunakan tenaga karyawan. Ia menilai kondisi usaha yang terkadang masih sepi membuat pekerjaan bengkel masih dapat dikerjakan secara mandiri.
“Sampai saat ini masih saya kerjakan sendiri, karena kadang masih sepi. Mengenai harga tambah ban kalau pagi Rp15 ribu per lubang, terus kalau malam harganya beda jadi Rp20 ribu per lubang,” jelasnya.
Sebagai pelaku UMKM, Tobing berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan pelanggan dengan menetapkan harga yang terjangkau. Ia juga berharap ke depan dapat memperoleh bantuan modal maupun peralatan bengkel agar usaha yang telah dirintis selama dua tahun tersebut dapat berkembang dan semakin maju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....