MBG PAUD di Tolitoli Belum Jangkau Wilayah Kepulauan

  • 24 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tolitoli mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah tersebut secara umum berjalan dengan baik. Namun, hingga saat ini penyaluran program masih belum dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan, terutama di kawasan kepulauan dan daerah terpencil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan PAUD PNFI Disdikbud Kabupaten Tolitoli, Giyarti Padmosugito, S.Sos., saat menjadi narasumber dalam program dialog Tolitoli Menyapa di RRI Tolitoli.

Berdasarkan data Disdikbud Kabupaten Tolitoli, terdapat sebanyak 156 satuan PAUD dengan jumlah 3.978 peserta didik yang menjadi sasaran program MBG. Dari jumlah tersebut, sebagian besar satuan pendidikan yang berada di wilayah daratan telah menerima manfaat program, sementara sekolah-sekolah yang berada di kepulauan dan kawasan terpencil masih belum terlayani.

Giyarti mengatakan hasil monitoring yang dilakukan Disdikbud menunjukkan bahwa distribusi MBG di wilayah daratan sudah berjalan cukup baik. Namun, keterbatasan jangkauan membuat sejumlah wilayah belum dapat menikmati program tersebut.

"Secara keseluruhan monitoring kita, hampir seluruh satuan PAUD di daratan sudah menerima. Terkecuali untuk daerah-daerah kepulauan dan terpencil yang memang belum terjangkau," ujar Giyarti.

Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Ogodeide. Dari total 11 satuan PAUD yang berada di kecamatan tersebut, baru 7 satuan pendidikan yang telah menerima alokasi Program Makan Bergizi Gratis. Kondisi serupa juga masih ditemukan pada jenjang SD dan SMP di wilayah yang sama, di mana belum seluruh sekolah memperoleh layanan MBG.

Menurut Giyarti, belum meratanya penyaluran program dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan kuota, jangkauan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga kondisi geografis yang memisahkan sejumlah wilayah dengan pulau-pulau kecil. Selain itu, ketersediaan sarana pendukung seperti listrik dan dapur penyiapan makanan juga menjadi tantangan dalam perluasan layanan.

"Sesuai ketentuan, penyaluran MBG dari dapur SPPG idealnya maksimal 30 menit untuk menghindari risiko makanan basi atau keracunan. Sementara untuk wilayah kepulauan, jangkauannya memakan waktu lebih lama dan infrastrukturnya belum memadai," jelasnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Disdikbud Kabupaten Tolitoli memastikan dukungan dari pihak sekolah maupun orang tua terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap tinggi. Program yang merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional tersebut dinilai mampu meningkatkan pemenuhan gizi anak sejak usia dini sekaligus mendukung tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia.

Disdikbud Tolitoli juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak serta memperbarui data penerima manfaat agar cakupan Program Makan Bergizi Gratis dapat diperluas. Pemerintah daerah berharap seluruh peserta didik, termasuk yang berada di wilayah kepulauan dan pelosok, dapat memperoleh manfaat program secara merata pada tahap pengembangan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....