Harapan Baru Maluku Utara di Pundak Wamentan Saleh Mustafa
- 03 Okt 2026 09:43 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID., Ternate - Reshuffle Kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 lalu membawa angin segar dan harapan baru bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Kebanggaan tersendiri dirasakan masyarakat Maluku Utara. Setelah puluhan tahun, akhirnya salah satu putra terbaik Moloku Kie Raha, Letjen TNI (Purn) Saleh Mustafa, dipercaya negara untuk mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian RI.
Sosok yang akrab disapa Ko Saleh ini memiliki rekam jejak karir yang cemerlang di kancah nasional, dari era Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Posisi strategis sebagai orang nomor dua di Kementerian Pertanian RI ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi sektor pertanian di Maluku Utara.
Berdasarkan data BPS, total produksi pertanian Maluku Utara yang berasal dari Halmahera Timur, Halmahera Utara, Morotai, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Kota Tidore Kepulauan tercatat sebesar 22.642 ton. Untuk komoditi perkebunan unggulan seperti Kelapa, Pala, dan Cengkih, Malut mengalami surplus. Namun defisit justru terjadi pada komoditi pangan utama seperti Beras, Bawang Merah, Cabai, dan Daging.
Kondisi ini sangat terasa di Kota Ternate sebagai sampel. Jika dibandingkan dengan Makassar dan Manado, harga bahan pangan di Ternate jauh lebih tinggi. Hal ini disebabkan beberapa faktor, mulai dari tingginya biaya logistik antar pulau, keterbatasan produksi lokal, ketergantungan pasokan dari luar daerah, rantai pasok (supply chain) yang panjang, hingga risiko kerusakan barang yang mudah busuk seperti sayuran, cabai, dan tomat.
Inilah tantangan besar yang kini berada di pundak Wakil Menteri Pertanian RI. Publik Maluku Utara menanti terobosan nyata dari putra terbaik Moloku Kie Raha ini.
Harapannya, ada kebijakan yang lebih menyentuh langsung ke petani, serta upaya mewujudkan kemandirian pangan dan harga bahan pokok yang lebih terjangkau bagi hajat hidup orang banyak di Maluku Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....