Karhutla di Gusale dan Kaiyasa, PUPR Malut Kerahkan Personil
- 02 Okt 2026 12:42 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sofifi - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara ikut menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gusale dan Desa Kaiyasa pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dinas tersebut mengerahkan tiga personel dan satu unit mobil tangki air untuk membantu proses pemadaman.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar mengatakan pengerahan personel dan armada merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah dalam penanganan karhutla.
“Sesuai arahan Gubernur dan Wagub, OPD terkait harus terlibat aktif dalam upaya penanganan Karhutla, termasuk PUPR, bersinergi dengan BPBD dan Damkar,” kata Risman kepada RRI.co.id, Jumat, 2 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, kebakaran diketahui sekitar pukul 14.30 WIT. Titik api berada di kawasan hutan dan lahan kosong milik warga. Vegetasi berupa bambu dan sagu ikut terbakar.
Angin kencang membuat api cepat merambat ke sejumlah bagian lahan, termasuk mendekati permukiman warga. Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
Satuan Pemadam Kebakaran Provinsi Maluku Utara mengerahkan tiga unit mobil pemadam yang tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIT. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Maluku Utara menyusul sekitar 15 menit kemudian untuk membantu pemadaman.
Tim BPBD, Damkar, PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), serta TNI dan Polri kemudian bekerja bersama menangani api. BPBD juga membantu memasok air ke mobil pemadam.
Selain tiga mobil pemadam milik Damkar, operasi tersebut didukung satu mobil rescue dan satu mobil tangki BPBD, satu mobil tangki PUPR, serta satu mobil tangki BWS.
Sebanyak delapan personel TRC BPBD, tiga personel PUPR, dua personel BWS, dua personel TNI/Polri dan satu regu Damkar terlibat dalam penanganan di lapangan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada sejumlah vegetasi tanaman.
Petugas menghadapi kendala berupa angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Luas area yang terbakar juga menyulitkan proses pemadaman.
Kondisi terakhir menunjukkan masih terdapat asap tipis di beberapa titik. Petugas merekomendasikan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat, termasuk pengguna jalan dan pemilik lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area rerumputan atau lahan kering yang berpotensi memicu kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....