Karhutla di Kayasa-Gusale Meluas, BPBD Malut Terjunkan Tim Reaksi Cepat
- 01 Okt 2026 22:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sofifi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Kayasa, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis, 1 Oktober 2026. Kebakaran yang mulai diketahui sekitar pukul 14.30 WIT itu dipicu oleh kondisi lahan kering dan angin kencang yang membuat api cepat menyebar.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, titik api berada di sekitar wilayah Desa Kayasa dan Gosale. Api disebut berasal dari kawasan yang ditumbuhi pohon bambu dan sagu sebelum merambat ke kawasan hutan serta lahan kosong milik warga.
Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara Fehby Alting turut melakukan pemantauan langsung terhadap penanganan kebakaran tersebut pada Kamis malam.

Dalam laporan kejadian, BPBD menyebut luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. Hingga laporan pemantauan pada pukul 21.00 WIT, masih terdapat beberapa titik api dan asap tipis di sejumlah lokasi.
“Belum diketahui pasti penyebab kebakaran,” ujar Fehby saat dikonfirmasi rri.co.id.
Petugas pemadam kebakaran Provinsi Maluku Utara mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Armada tersebut tiba sekitar pukul 15.00 WIT dan langsung melakukan pemadaman.
TRC-PB BPBD Maluku Utara tiba sekitar pukul 15.15 WIT untuk membantu proses pemadaman. Tim kemudian bergabung dengan personel Dinas Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI dan Polri serta pemadam kebakaran untuk menangani api.

BPBD mengerahkan satu unit mobil rescue dan satu unit tangki. Sementara itu, Damkar mengoperasikan tiga unit fire truck, Dinas PU menurunkan satu unit tangki, dan BWS satu unit tangki.
Sebanyak delapan personel TRC BPBD terlibat dalam penanganan tersebut. Mereka dibantu tiga personel Dinas PU, dua personel BWS, dua personel TNI/Polri, serta satu regu Damkar.
Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar. Luasnya kawasan yang terbakar juga menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik api.
Tim TRC-PB BPBD turut membantu memasok air ke mobil pemadam untuk mendukung proses pemadaman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kebakaran menyebabkan kerusakan pada vegetasi tanaman di kawasan yang terdampak.
BPBD Maluku Utara merekomendasikan pemantauan lanjutan di lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar. Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area rerumputan dan lahan kering, karena dapat memicu kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....