RSUD Maba Perkuat Layanan Spesialis untuk Pelayanan 24 Jam

  • 16 Sep 2026 21:57 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Haltim — Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menaruh perhatian pada ketersediaan dokter spesialis di RSUD Maba.

Penguatan tenaga medis diperlukan untuk menunjang pelayanan rumah sakit selama 24 jam.

Sekda Halmahera Timur Ricky Chairul Richfat membahas kebutuhan tersebut bersama manajemen RSUD Maba, Rabu, 16 September 2026. Pembahasan turut melibatkan para kepala ruangan, Inspektur Daerah, serta BPKAD Haltim.

Ricky menyebut kebutuhan tujuh dokter spesialis dasar di RSUD Maba secara umum telah terpenuhi. Namun, komposisi tersebut belum ideal untuk mendukung pelayanan sepanjang hari.

Menurut Ricky, beban pelayanan membutuhkan pengaturan tenaga medis agar setiap dokter memiliki waktu istirahat. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan penambahan dokter pada sejumlah bidang spesialis.

“Satu dokter tidak mungkin bekerja penuh 24 jam tanpa jeda. Idealnya ada dua dokter ahli di setiap stase agar bisa saling melengkapi dan bergantian tugas,” kata Sekda.

Pola tersebut diharapkan membuat layanan spesialis tetap tersedia ketika dokter lain menjalankan waktu istirahat. Kebutuhan tambahan tenaga akan disesuaikan dengan layanan yang masih mengalami kekurangan.

Berbeda dengan dokter spesialis, Ricky menilai jumlah dokter umum di RSUD Maba relatif mencukupi. Perhatian pemerintah kini diarahkan pada beberapa layanan spesialis yang membutuhkan penguatan.

Kebutuhan tenaga kesehatan menjadi bagian dari pembahasan perencanaan RSUD Maba untuk tahun 2027. Pemerintah daerah juga memetakan kebutuhan operasional rumah sakit dalam penyusunan APBD 2027.

Ricky mengatakan sektor kesehatan tetap menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Terlebih, RSUD Maba mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk pengembangan layanan.

Dukungan tersebut dinilai perlu diikuti kesiapan sumber daya manusia dan pengelolaan operasional rumah sakit.

Ketersediaan tenaga medis menjadi salah satu unsur yang menentukan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.

Selain dokter spesialis, pembahasan turut menyinggung persoalan pembiayaan tenaga honorer di RSUD Maba. Pemerintah daerah sedang mencari alternatif pembiayaan setelah skema pembayaran reguler tidak lagi digunakan sejak 2025.

Salah satu alternatif yang dibahas ialah kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di Halmahera Timur. Ricky menyebut pembicaraan mengenai skema tersebut masih berlangsung secara intensif.

Penguatan tenaga medis dan pembiayaan operasional menjadi bagian dari persiapan RSUD Maba menghadapi 2027. Pemerintah daerah menargetkan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....