Melon Hidroponik Buka Peluang Tambahan Penghasilan Masyarakat

  • 16 Sep 2026 09:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi — Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman memanen perdana melon hidroponik di Mapolda Malut, Rabu 16 September 2026. Budidaya tersebut dikembangkan untuk memanfaatkan lahan terbatas sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan.

Panen berlangsung di halaman depan lapangan apel Mapolda Malut, Gedung Mohammad Jasin, Sofifi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan tanaman pangan menggunakan sistem hidroponik.

Arif mengatakan keterbatasan lahan tidak menghalangi pengembangan tanaman buah maupun sayuran. Menurutnya, sistem hidroponik dapat menjadi pilihan untuk memanfaatkan lahan secara produktif.

“Dengan memanfaatkan lahan yang minim, kita bisa memaksimalkan tanaman buah-buahan maupun sayur-sayuran,” ujar Arif. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan tambahan penghasilan bagi personel Polri dan masyarakat.

Kapolda menilai Sofifi memiliki potensi yang cukup baik untuk pengembangan budidaya melon. Karena itu, pola hidroponik tersebut diharapkan dapat diterapkan masyarakat di wilayah lainnya.

“Saya berharap masyarakat bisa ikut mengembangkan pola hidroponik ini,” katanya. Menurutnya, potensi pertanian hidroponik di Maluku Utara masih dapat dikembangkan lebih luas.

Arif juga mendorong personel Polri menjadikan budidaya hidroponik sebagai keterampilan yang terus dikembangkan. Keterampilan tersebut dapat diterapkan di pekarangan rumah maupun dikembangkan menjadi usaha.

“Kalau mau tekun dan mau belajar, kita kasih kesempatan belajar sehingga ke depan bisa dikembangkan,” ucapnya. Ia menyebut keterampilan tersebut dapat menjadi bekal personel ketika memasuki masa pensiun. Panen perdana menghasilkan enam varian melon yang dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik.

Empat varian telah dicicipi dan mendapat respons positif dari pihak yang hadir. Arif menyebut melon hasil budidaya tersebut memiliki rasa manis. Budidaya juga dapat dilakukan dalam greenhouse untuk membantu melindungi tanaman dari serangan hama.

Kapolda berharap produksi melon hidroponik dapat terus ditingkatkan hingga menjangkau pasar lebih luas. Pengembangan tersebut juga akan disertai sosialisasi agar semakin banyak masyarakat mengenal metode hidroponik. “Kalau ini bisa kita kembangkan, tentunya pasar banyak yang berpeluang untuk menerima hasilnya,” ujarnya.

Ia menambahkan pengembangan akan terus dilakukan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat. Hasil panen perdana kemudian dibagikan kepada anggota dan sejumlah pihak yang hadir. Pembagian tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan hasil budidaya yang telah dikembangkan.

Arif berharap hidroponik tidak berhenti pada kegiatan panen perdana di lingkungan Mapolda Malut. Menurutnya, metode tersebut dapat menjadi model pemanfaatan lahan terbatas sekaligus membuka peluang ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....