Berafiliasi di Ternate, Satu Terduga Teroris Diringkus Densus 88

  • 05 Okt 2026 06:59 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Seorang terduga pelaku tindak pidana terorisme yang berafiliasi di kota Ternate, Maluku Utara akhirnya diringkus tim Densus 88 Anti Teror Satgas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara. Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan tim Densus 88 AT Polri di Maluku Utara terhadap penyebaran paham radikalisme di kalangan masyarakat.

“Benar ada satu orang kita amankan di Kota Ternate,” ucap salah satu anggota Densus 88 AT Polri Satgaswil Maluku Utara yang enggan namanya disebut saat dikonfirmasi, Senin, 5 Oktober 2026.

Dirinya mengaku, terduga pelaku yang diketahui berinisial MW 42 tahun itu diduga berafiliasi dengan tindak pidana terorisme. Setelah diamankan terduga pelaku langsung digiring ke Jakarta untuk dilakukan pendalaman oleh tim.

Diketahui pengungkapan satu orang tersangka tindak pidana terorisme ini berlangsung bukan hanya di Kota Ternate, Maluku Utara. Namun pengungkapan dilakukan secara serentak di enam Provinsi di Indonesia salah satunya di Maluku Utara.

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan dugaan adanya kegiatan pelatihan, mulai dari latihan fisik hingga menembak. Dari hasil pengungkapan dari enam Provinsi itu tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 12 tersangka diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme

Belasan terduga yang diamankan tersebut berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), J (36), MF (37), AF (26), dan MW (42).

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan penegakan hukum terhadap 12 tersangka dilakukan secara serentak di enam provinsi. Keenam wilayah tersebut yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara.

"Para tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang terafiliasi paham Daulah Islamiyah serta jaringan terorisme lainnya," ujar Mayndra.

Densus 88 memastikan proses penyidikan terhadap 12 tersangka tersebut masih berlangsung. Penyidik masih mendalami barang bukti yang ditemukan serta hubungan para tersangka dengan individu maupun jaringan terorisme lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....