Bahtera Moloku Kie Raha Bawa Pesan Persatuan di MTQ Nasional XXXI Semarang
- 12 Sep 2026 13:15 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Semarang - Kontingen Maluku Utara tidak sekadar membawa nama daerah dalam Pawai Taaruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 12 September 2026. Mereka membawa pesan tentang identitas kepulauan, sejarah kesultanan, dan persatuan melalui mobil hias berbentuk bahtera.
Kafilah Maluku Utara yang dipimpin Sekretaris Daerah Samsuddin A Kadir itu mengikuti pawai yang dimulai dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Pawai dilepas Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan disambut Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama sejumlah tamu VIP.

Bahtera yang menjadi ikon kontingen Maluku Utara menggambarkan karakter daerah sebagai wilayah kepulauan. Laut tidak hanya dipandang sebagai sumber kehidupan, tetapi juga sebagai ruang yang sejak lama menghubungkan masyarakat, budaya, dan peradaban di Maluku Utara.
“Menampilkan kapal karena itu menyimbolkan bahwa wilayah Maluku Utara dominan lautan, di mana salah satu sumber kehidupan kita juga termasuk dari laut,” kata Samsuddin di sela-sela pawai.
Menurut dia, kapal juga menjadi bagian dari akar budaya masyarakat Maluku Utara. Karena itu, simbol tersebut sengaja dihadirkan dalam Pawai Taaruf sebagai representasi daerah sekaligus pesan persaudaraan.

Identitas sejarah Maluku Utara turut ditampilkan melalui Goheba, burung berkepala dua yang berada di bagian pucuk mobil hias. Simbol tersebut merepresentasikan Maluku Utara sebagai negeri bersejarah dengan warisan Kesultanan Moloku Kie Raha.
“Di bagian pucuk, Goheba berkepala dua dengan satu hati dan juga tulisan Limau Gapi merepresentasikan filsafat keselarasan antara pemimpin dan juga rakyat,” ujar Samsuddin.
Samsuddin mengatakan setiap provinsi dan lembaga yang mengikuti Pawai Taaruf menampilkan simbol yang dianggap merepresentasikan kebanggaan daerah masing-masing. Maluku Utara memilih mengangkat kekuatan identitas kepulauan dan sejarahnya.
Ia berharap simbol yang dibawa kontingen tidak berhenti sebagai ornamen pawai. Pesan persatuan dan kemajuan yang melekat pada simbol tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi para kafilah Maluku Utara yang akan berlaga dalam MTQ XXXI di Semarang.
“Mudah-mudahan dengan semangat persatuan dan lambang kemajuan yang kita tampilkan, bisa memberikan semangat kepada adik-adik kita yang akan bertanding pada MTQ di Semarang ini,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....