Ditempa sejak Agustus, 46 Kafilah Malut Siap Tampil Maksimal di MTQ Nasional XXXI
- 09 Sep 2026 21:18 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Kafilah Maluku Utara tidak sekadar mengandalkan keberangkatan ke Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah yang dimulai 11-20 September 2026. Sebanyak 46 peserta telah menjalani pembinaan sejak awal Agustus 2026, dengan evaluasi rutin setiap pekan.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Maluku Utara, Samsuddin A Kadir, mengatakan pembinaan peserta dilakukan secara mandiri oleh para pelatih sebelum masuk tahapan pemusatan latihan. Para pelatih bahkan telah mulai membina peserta sejak 1 Agustus 2026.
“Para pelatih mengambil inisiatif untuk melatih secara mandiri, baik bertatap muka maupun melalui video call,” kata Samsuddin dalam laporan pada acara pelepasan kafilah di Asrama Haji Transit Ternate, Rabu, 9 September 2026.
Menurut dia, pembinaan peserta tersebar di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Hasil latihan kemudian dievaluasi setiap Ahad yang dipusatkan di SMK Putra Bahari Ternate.
Pola pembinaan itu menjadi bagian dari persiapan Maluku Utara menghadapi MTQ Nasional XXXI yang akan berlangsung di Semarang. Tahun ini, Maluku Utara mengirim 46 peserta yang terdiri atas 23 laki-laki dan 23 perempuan.
Namun, Maluku Utara tidak mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan. Dari delapan cabang MTQ Nasional tahun ini, kafilah Maluku Utara hanya turun di tujuh cabang.
Tujuh cabang tersebut adalah tilawatil Qur’an, qira’at shaba’, hafalan Al-Qur’an, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, seni kaligrafi Al-Qur’an, dan karya tulis Al-Qur’an.
Cabang tilawatil Qur’an menjadi salah satu kontingen terbesar dengan delapan peserta, terdiri atas empat laki-laki dan empat perempuan. Qira’at shaba’ diikuti enam peserta, sedangkan hafalan Al-Qur’an diikuti delapan peserta.
Pada cabang hafalan Al-Qur’an, komposisi peserta laki-laki lebih banyak. Sebanyak lima laki-laki dan tiga perempuan dikirim untuk mengikuti perlombaan tersebut. Untuk kategori hafalan 20 dan 30 juz, Maluku Utara tidak memiliki peserta perempuan.
Sementara itu, cabang fahmil Qur’an diikuti dua tim yang masing-masing terdiri atas tiga peserta putra dan tiga peserta putri. Cabang syarhil Qur’an juga mengirim komposisi serupa, yakni satu tim putra dan satu tim putri.
“Untuk seni kaligrafi Al-Qur’an, Maluku Utara mengirim 10 peserta, terdiri atas lima laki-laki dan lima perempuan. Adapun cabang karya tulis Al-Qur’an diwakili dua peserta, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan,”kata Samsuddin.
Kekuatan kafilah Maluku Utara juga ditopang 10 pelatih dan pembina. LPTQ menyebut para pelatih tersebut memiliki pengalaman dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Jumlah peserta yang relatif terbatas dibandingkan keseluruhan cabang menunjukkan bahwa persiapan Maluku Utara tahun ini diarahkan pada cabang-cabang yang diikuti.
“Peserta yang telah terdaftar melalui sistem e-MTQ juga telah ditetapkan sebagai peserta tetap MTQ Nasional XXXI,”ujarnya.
Bagi Samsuddin, pembinaan sejak Agustus menjadi salah satu modal menghadapi kompetisi yang mempertemukan perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia. Tantangannya bukan lagi sekadar mengirim peserta, melainkan memastikan waktu pembinaan yang tersedia dapat menghasilkan penampilan terbaik di setiap cabang yang diikuti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....