Wali Kota Ternate Soroti Pengelolaan Sampah

  • 09 Sep 2026 15:21 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyoroti persoalan pengelolaan sampah dalam rapat kerja saat melakukan kunjungan kerja pemantauan penyelenggaraan pelayanan umum di Kantor Camat Ternate Tengah, Rabu 9 September 2026.

Dalam kunjungan yang didampingi sejumlah kepala OPD tersebut, Tauhid menegaskan pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu langkah utama untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mengurangi beban operasional pengangkutan di Kota Ternate.

“Masalah lingkungan hidup, masalah sampah itu paling dominan, termasuk juga upaya untuk pengurangan sampah,” kata Tauhid.

Ia mengatakan, persoalan pengelolaan sampah ditargetkan mulai mengalami perubahan pada 2027, baik dari sisi infrastruktur maupun personel. Pemerintah Kota Ternate juga akan memperbaiki armada pengangkut sampah yang mengalami kerusakan.

Menurut Tauhid, penambahan armada tetap diperlukan karena jumlah kendaraan yang tersedia saat ini masih terbatas. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda untuk dikaji dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Ia menjelaskan, Kelurahan Maliaro menjadi salah satu wilayah dengan produksi sampah tertinggi karena memiliki jumlah penduduk yang cukup besar.

Selain penambahan armada, Tauhid meminta Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, dan kelurahan memperkuat koordinasi, terutama dalam memastikan data produksi dan pengelolaan sampah yang disampaikan kepada pemerintah benar-benar akurat.

Ia meminta data tersebut kembali dicek dan dibahas agar kebijakan yang diambil pemerintah sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Tauhid juga mengimbau masyarakat tidak lagi membuang sampah ke barangka maupun saluran air. Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber merupakan bagian penting dalam mengurangi volume sampah yang harus diangkut sekaligus mencegah persoalan lingkungan.

Ia menilai keberadaan Satuan Tugas atau Satgas cukup efektif dalam menangani persoalan sampah. Namun, pengelolaan bank sampah dinilai masih belum maksimal sehingga perlu lebih diefektifkan.

“Karena itu, saya meminta agar diefektifkan bank sampah. Karena kita berupaya untuk pengurangan sampah, sekaligus ada nilai ekonomis dari pengelolaan sampah itu,” katanya.

Tauhid menegaskan, solusi persoalan sampah tidak semata-mata dengan menambah armada pengangkut. Menurutnya, langkah paling utama adalah mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....