Kuota Umrah Gratis Pemprov Malut Naik, Makin Banyak Tokoh Agama Diberangkatkan

  • 07 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi melepas sebanyak 80 imam masjid dari 10 kabupaten/kota untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci, Senin malam, 7 September 2026. Pelepasan yang berlangsung di Asrama Haji Transit Ternate ini diwarnai penjelasan blak-blakan dari Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengenai skema efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah demi memperbanyak kuota jemaah.

Sarbin mengungkapkan, kuota umrah untuk para tokoh agama termasuk imam, ustadz, hingga juru mudi sebenarnya dinaikkan dari semula 72 orang menjadi 80 orang di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda. Namun, untuk mengakomodasi penambahan 20 jemaah di tengah keterbatasan anggaran, Pemprov Malut terpaksa memangkas sejumlah komponen pembiayaan.

“Angkanya naik, dengan kata lain ada pengurangan hari pelaksanaan ibadah umrah selama di Arab Saudi, termasuk uang saku yang juga dibagi,” ujar Sarbin saat memberikan sambutan di hadapan para jemaah dan pejabat yang hadir, termasuk Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Malut, Zaber Wahid.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe, menyerahkan uang saku kepada para calon jemaah umrah Provinsi Maluku Utara.(Foto: RRI/Yudi).

Tak hanya pemangkasan durasi dan uang saku, Pemprov Malut juga menerapkan sistem sharing pembiayaan. Pemerintah daerah hanya menanggung akomodasi serta transportasi dari Ternate menuju Jakarta hingga ke Arab Saudi. Sementara biaya akomodasi dan tiket dari daerah asal (kabupaten/kota) menuju Ternate ditanggung penuh oleh masing-masing jemaah.

Sarbin tak menampik adanya keluhan dari sejumlah calon jemaah luar daerah yang sempat terkatung-katung di Ternate sebelum jadwal keberangkatan. Menurutnya, penjelasan ini perlu disampaikan agar masyarakat memahami keterbatasan skema anggaran Pemprov.

"Kalau biaya dari daerah asal sampai Ternate kita tanggung juga, mungkin yang berangkat cuma 60, 40, atau bahkan tidak cukup. Tapi kita ingin lebih banyak yang berangkat, maka space tadi kita kurangi," tuturnya.

Salah satu perwakilan jemaah, Rusdi Salim, Imam Masjid Al-Muhajirin Desa Pelita, Kecamatan Mandioli Utara, Halmahera Selatan, mengaku tetap bersyukur atas kesempatan tersebut meskipun harus mengurus sendiri kedatangannya ke Ternate.

“Selama ini memang sudah ada ingin-ingin, tapi belum terpanggil. Alhamdulillah lewat program Ibu Gubernur Sherly dan Pak Wagub Sarbin, kami bisa berkesempatan ibadah ke Tanah Suci,” ungkap Rusdi.

Ia berharap program ini terus berkelanjutan dan menyasar lebih banyak tokoh agama di pelosok Maluku Utara pada tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....