Gubernur Sherly Minta Modifikasi Cuaca, BNPB Terjunkan Pesawat ke Maluku Utara

  • 05 Sep 2026 16:04 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Permintaan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berujung pada pengerahan tim operasi modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah provinsi sebelumnya mengajukan permohonan resmi karena cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara.

Permohonan itu dituangkan dalam surat yang ditandatangani pada 27 Agustus 2026, dengan nomor 300.2.1/4953/G, yang ditujukan kepada Kepala BNPB. Surat tersebut berisi permohonan dukungan bantuan operasi modifikasi cuaca.

Beberapa hari setelah surat dikirim dan dikaji, BNPB berkoordinasi dengan BMKG. Hasil koordinasi itu kemudian menjadi dasar pelaksanaan OMC di Maluku Utara.

“Jadi ada surat Gubernur. Setelah diterima dan dikaji, kemudian berkoordinasi dengan BMKG. Teman-teman dari BNPB mengkoordinasikan sehingga ada rekomendasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting saat dihubungi rri.co.id, Sabtu, 5 September 2026.

Tim BNPB akhirnya tiba di Ternate pada Sabtu, 5 September 2026. Sebuah Cessna Caravan 208 EX milik PT Smart Cakrawala Aviation diterbangkan untuk menjalankan misi penyemaian awan.

Pesawat dengan registrasi PK-SNL itu menyasar kawasan Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Morotai. Operasi dilakukan pada ketinggian 8.000-12.000 kaki dengan membawa 1 ton NaCl sebagai bahan semai.

Menurut Fehby, pengerahan tim tersebut bukan inisiatif sepihak BNPB. Operasi bermula dari kebutuhan daerah yang kemudian disampaikan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui surat Gubernur Sherly Tjoanda.

“Ini permintaan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui surat ibu Gubernur,” ujarnya.

Fehby mengatakan keputusan melakukan OMC merupakan salah satu hasil pembahasan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. BPBD kemudian menindaklanjuti langkah tersebut hingga permohonan resmi disampaikan kepada BNPB.

Untuk Maluku Utara, OMC ini juga menjadi yang pertama dalam sekitar enam tahun terakhir. Fehby mengaku belum pernah ada operasi modifikasi cuaca serupa di wilayah tersebut sebelum ini.

“Baru kali ini dalam cuaca ekstrem. Pemerintah Provinsi Maluku Utara lewat Ibu Gubernur kita surati permohonan OMC kepada Kepala BNPB,” kata dia.

Kini, BPBD Maluku Utara diminta membantu tim OMC dengan memasok informasi perkembangan awan dari daerah. BPBD kabupaten dan kota diminta melaporkan potensi awan hujan secara berkala agar dapat dianalisis bersama BMKG.

Langkah itu penting karena operasi modifikasi cuaca bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi kondisi untuk disemai. Artinya, keberadaan pesawat dan bahan semai belum otomatis menghasilkan hujan jika kondisi atmosfer tidak mendukung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....