Ternate-Probolinggo Perkuat Kerja Sama Stabilitas Harga Pangan
- 02 Sep 2026 17:50 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Pemerintah Kota Ternate menjalin sinergi dan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Probolinggo dalam upaya memperkuat stabilitas harga komoditas pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu 2 September 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia itu dihadiri sejumlah pejabat dari kedua daerah, di antaranya Wali Kota Probolinggo H. Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Abidin Abdul Haris, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Handi Susila.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menjelaskan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Ternate.
Menurutnya, sebagai daerah kepulauan dengan luas daratan sekitar 162,17 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 218 ribu jiwa, Kota Ternate memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Kota Ternate tidak memiliki lahan pertanian yang cukup dan bukan daerah penghasil pangan. Sekitar 80 persen pasokan kebutuhan pangan kami didatangkan dari luar Maluku Utara, terutama dari Jawa Timur,” kata Rizal.
Tingginya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, lanjut Rizal, berpotensi memicu kenaikan harga dan inflasi. Kota Ternate bahkan pernah mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi hingga melampaui rata-rata inflasi nasional pada 2015.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, TPID Kota Ternate terus berkolaborasi dengan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara melalui rapat rutin setiap bulan guna memantau ketersediaan pasokan dan memitigasi risiko inflasi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membuka jalur pasokan langsung dari daerah produsen, termasuk Kota Probolinggo.
Pasca penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan dan sharing session bersama Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kota Probolinggo.
Rizal mengatakan, Pemerintah Kota Ternate turut melibatkan para pelaku usaha dan pedagang asal Ternate dalam kegiatan tersebut untuk membuka peluang kerja sama bisnis secara langsung dengan para produsen.
“Kami mengajak langsung para pelaku usaha dan pedagang dari Ternate, setelah kunjungan ini dapat terjadi kesepakatan business-to-business atau B2B secara komersial dengan Asosiasi Bawang Merah di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkomitmen terus mengawasi serta memfasilitasi proses kerja sama bisnis tersebut secara transparan dan akuntabel.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan rantai distribusi pangan berjalan lancar dan aman, sekaligus memberikan keuntungan yang berimbang bagi petani di Probolinggo serta pedagang dan konsumen di Kota Ternate.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....