Pataka JKPI Diserahkan dari Ternate kepada Bandung
- 29 Agt 2026 10:05 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Keseruan gelaran budaya dan prosesi penyerahan bendera pataka mewarnai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Landmark Kota Ternate, Jumat 28 Agustus 2026.
Kota Ternate secara resmi menyerahkan bendera pataka JKPI kepada Ketua TP PKK Kota Bandung, Aryatri Farhan, yang mewakili Wali Kota Bandung sebagai tuan rumah Rakernas JKPI XIII pada 2027 mendatang.
Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol estafet amanah untuk merawat dan melestarikan warisan pusaka Nusantara yang membentang dari timur hingga barat Indonesia.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan pentingnya kolaborasi antarwilayah melalui penguatan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan dalam pembangunan kota.
“Dari Ternate yang menyimpan jejak panjang peradaban rempah dunia, menuju Bandung yang tumbuh dari kekayaan sejarah, budaya, dan inovasi. Dua kota dengan karakter berbeda ini dipersatukan oleh semangat menjadikan pusaka sebagai kekuatan membangun masa depan,” kata Tauhid.
Menurutnya, estafet kepemimpinan JKPI diharapkan semakin memperkuat kerja sama antarwilayah melalui tiga fokus utama, yakni pertukaran budaya dan pelestarian pusaka, penguatan sinergi dalam perlindungan cagar budaya nasional, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis warisan sejarah.
“Dan inovasi pembangunan, berbagi praktik terbaik tata kelola kota pusaka yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif JKPI, Nanang Asfarinal, menyampaikan apresiasi atas keramahan masyarakat Ternate dalam menyambut lebih dari 1.000 tamu dan delegasi selama pelaksanaan Rakernas JKPI XII.
“Di tengah kehangatan acara, JKPI turut menyampaikan rasa simpati dan duka cita mendalam atas musibah yang melanda masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta bencana asap di Kalimantan,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi para tokoh dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan, JKPI juga memberikan penghargaan Maestro Legend kepada 10 tokoh.
Mereka yakni almarhum Hi. Burhan Abdurrahman sebagai Maestro Legend Revitalisasi dan Penggerak Kota Pusaka, yang diterima Mansur Abdurrahman; almarhum Muhammad Adnan Amal sebagai Maestro Legend Pelestari Dokumen Kuno, diterima Marjorie S. Amal.
Selanjutnya, Boki Alwia H. Annisa Hidayatullah sebagai Maestro Legend Pelestari Gastrodiplomasi Kuliner Rempah, diterima Boki Nadia Hidayatullah Sjah; Zainudin M. Arie sebagai Maestro Legend Penggerak Teater Rakyat; Hasan Ali atau Ata deng Kofia sebagai Maestro Legend Pelestari Alat Musik Tradisional.
Kemudian Abdul Halil atau Loela Drakel sebagai Maestro Legend Komposer/Penyanyi Pop Daerah; Rizal Iskandar Alam sebagai Maestro Legend Pelestari Tari Tradisional Kesultanan; Hamadal Minggu sebagai Maestro Legend Penjaga Plasma Nutfah Cengkih dan Pala Purba.
Penghargaan juga diberikan kepada Elma Kambry sebagai Maestro Legend Pengobatan Tradisional dan Rempah Herbal, serta Hj. Sehat Lamasila sebagai Maestro Legend Pelestari Wastra dan Busana Ternate, yang diterima oleh Haryani Yasil.
Rangkaian gelaran budaya tersebut kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik yang menghadirkan seniman asal Ambon, Fresly Nikijuluw.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....