Kemarau Panjang, Puskesmas Kalumata Ternate Catat ISPA jadi Kasus Dominan
- 01 Sep 2026 11:46 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Puskesmas Kalumata, Kota Ternate, mencatat peningkatan risiko gangguan kesehatan akibat kemarau panjang. Salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun.
Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Kalumata, dr. Khatimah Albaar, dalam dialog interaktif di Studio RRI Ternate bertema “Dampak Kemarau Panjang bagi Kesehatan”.

Menurut Khatimah, kasus yang paling banyak ditangani Puskesmas Kalumata selama musim kemarau adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti batuk, radang tenggorokan, dan demam.
Ia menjelaskan, peningkatan kasus ISPA terutama terjadi pada Agustus. Dari sekitar 100 hingga 200 pasien yang berkunjung setiap hari, sekitar 60 hingga 70 pasien mengalami gejala ISPA.
“Pada Juli hingga Agustus, kasus ISPA paling banyak ditemukan pada Agustus. Dalam sehari terdapat sekitar 100 hingga 200 pasien yang berkunjung, dan kurang lebih 60 hingga 70 kasus merupakan ISPA. Mayoritas pasien adalah anak-anak usia 5 hingga 12 tahun, meskipun terdapat juga pasien dewasa tetapi dominan anak-anak,” kata Khatimah, Selasa 1 September 2026.
Ia mengatakan, setiap pasien yang datang ke Puskesmas Kalumata akan menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan serta pengobatan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Selain itu, pihak Puskesmas juga memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dampak cuaca panas dan kemarau panjang terhadap kesehatan. Tim kesehatan turut memantau kondisi lingkungan yang berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit.
Sementara itu, Dokter RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Yayu Dwinita Jasin, mengatakan kemarau panjang dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan akibat suhu udara yang panas dan kondisi lingkungan yang berdebu.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang cukup rentan karena daya tahan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan. Meski demikian, jumlah pasien anak yang menjalani perawatan inap akibat gangguan pernapasan belum mengalami peningkatan signifikan.
“Kalau untuk perawatan khusus pada anak, belum ada peningkatan yang signifikan. Pasien rawat inap rata-rata mengalami infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah. Sementara untuk pasien rawat jalan, kasus infeksi saluran pernapasan bagian atas, seperti radang tenggorokan, mulai mengalami peningkatan akibat cuaca panas dan debu,” ujar Yayu, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....