Sekprov Malut Dorong IAIN Ternate Bertransformasi Jadi UIN Sultan Babullah

  • 01 Sep 2026 06:11 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir menegaskan pemerintah daerah harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pesan itu disampaikan saat memberikan kuliah tamu dalam rangka Dies Natalis ke-60 Fakultas Tarbiyah IAIN Ujungpandang di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Senin, 31 Agustus 2026.

Kuliah tamu tersebut dihadiri Rektor IAIN Ternate Adnan Mahmud, para wakil rektor, kepala biro, serta sivitas akademika. Kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi kebangsaan dan ekonomi syariah yang disampaikan Bank Indonesia.

Samsuddin membagi materinya dalam tiga tema, yakni pendidikan berbasis nilai keagamaan, sejarah peradaban Maluku Utara, dan arah pemerintahan saat ini.

Dalam menjelaskan pendidikan, Samsuddin mengibaratkan proses pendidikan dengan lima rukun Islam. Menurut dia, pendaftaran merupakan tahap awal seperti dua kalimat syahadat, dengan tujuan akhir membentuk manusia yang berakhlak.

Tahap berikutnya adalah belajar yang dianalogikan dengan salat. Kemudian ujian diibaratkan puasa sebagai proses menguji kualitas diri. Adapun praktik dianalogikan dengan zakat dan infak sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Tahapan kelima adalah wisuda. Dalam Islam, puncaknya ada di Arafah. Intinya, pendidikan ini bertujuan agar kita menjadi orang yang lebih baik,” kata Samsuddin.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjalankan ibadah secara formalitas. Salat, kata dia, harus dihayati sebagai ruang komunikasi antara manusia dengan Tuhan.

Samsuddin kemudian mengangkat sejarah Moloku Kie Raha sebagai bagian kedua kuliahnya. Ia mengisahkan empat pemimpin dari Pulau Gapi, Duko, Tua, dan Marah yang berkumpul di Ternate dan berikrar membentuk Moloku Kie Raha.

Menurut dia, sejarah tersebut menyimpan nilai tentang tekad, keyakinan, ketahanan, dan kebersamaan yang masih relevan bagi generasi saat ini.

“Jika kita khusyuk, punya tekad, yakin, dan bersama-sama meminta, hal itu akan tercapai,” ujarnya.

Pada bagian terakhir, Samsuddin menekankan perubahan paradigma pemerintahan. Pemerintah, kata dia, tidak lagi ditempatkan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan masyarakat.

“Sekarang pemerintah adalah pelayan. Apa pun yang disampaikan masyarakat akan kami pelajari dan jadikan masukan,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan Samsuddin sekaligus merespons aspirasi Rektor IAIN Ternate mengenai pengembangan kampus.

Sebelumnya, Adnan Mahmud mendorong percepatan alih status IAIN Ternate menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Babullah pada 2027. Ia berharap perubahan status tersebut dapat ditempuh melalui undang-undang dan mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Adnan mengatakan nama UIN Ternate telah tercantum dalam dokumen kementerian. Namun, proses alih status tersebut membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan Keputusan Presiden.

Karena itu, ia meminta dukungan pemerintah daerah untuk memperkuat pengembangan pendidikan keagamaan di Maluku Utara. Kuliah tamu kemudian ditutup dengan foto bersama jajaran pimpinan IAIN Ternate dan para undangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....