Kepulauan Maluku miliki Tingkat Keanekaragaman Hayati Tertinggi di Indonesia

  • 27 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Ternate
Poin Utama
  • Kepulauan Maluku memiliki lebih dari 4.000 spesies flora dan 3.000 spesies fauna yang menunjukkan tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi.
  • Ekosistem khas di Maluku meliputi padang lamun, terumbu karang, dan mangrove serta terus ditemukan spesies-spesies baru.
  • Meskipun memiliki kekayaan biodiversitas tinggi, Kepulauan Maluku menghadapi ancaman terhadap kelestarian dan keberagaman hayatinya.

RRI.CO.ID, Ternate- Kepulauan Maluku memiliki tingkat keanekaragaman hayati (Kehati) yang tinggi. Hal tersebut ditandai dengan 4.000 lebih spesies flora, 3.000 spesies fauna serta ekosistem khas.

Ekosistem khas tersebut antara lain, padang lamun, terumbu karang, dan mangrove serta adanya temuan spesies baru. Namun, tingkat keberagaman tersebut tidak lepas dari ancaman.

Nizhar Marizi, Direktur Lingkungan Hidup, Bappenas ancaman tersebut harus menjadi perhatian bersama. "Meski tinggi dengan keanekaragaman namun, demikian kita mengalami tekanan yang signifikan terhadap keanekaragaman hayati, perubahan tata guna lahan dan laut serta eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan," ucapnya.

Selain itu adanya pencemaran, hadirnya spesies asing yang invasif, dan dampak perubahan iklim yang memiliki pengaruh terhadap hilangnya keanekaragaman hayati. Hal tersebut disampaikannya dalam kata sambutan agenda lokakarya "Peran Para Pihak di Maluku Utara dalam Mengkomunikasikan dan Melaksanakan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) yang digagas Burung Indonesia di Hotel Emerald, Kota Ternate, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia melihat upaya konservasi tidak cukup untuk mengatasi dampak tersebut terhadap keanekaragaman hayati transformasi ekonomi menjadi bagian penting di dalamnya. "Perlu hadirnya transformasi sistem ekonomi agar selaras dengan prinsip - prinsip berkelanjutan," kata Nizhar.

Lokakarya "Peran Para Pihak di Maluku Utara dalam Mengkomunikasikan dan Melaksanakan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) sendiri menjadi salah satu upaya dalam pelestarian Kehati. Dalam lokakarya tersebut mendorong kolaborasi antar pemerintah pusat, daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media dan pelaku usaha yang terangkai dalam kegiatan forum dialog serta diskusi terpumpun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....