SPPMHKP Gelar Forum Konsultasi Publik dan Launching Klinik Mutu Ikan

  • 24 Agt 2026 19:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate — Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (SPPMHKP) Ternate menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 dan Launching Klinik Mutu Ikan dengan mengusung tema “Sinergi Peningkatan Mutu, Keamanan, dan Daya Saing Produk Perikanan.” Kegiatan berlangsung di ruang rapat SPPMHKP Ternate dan diikuti oleh 50 peserta, terdiri atas 38 peserta secara luring dan 12 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang kelautan dan perikanan, antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara, Balai PPMHKP Makassar, Stasiun PPMHKP Palu, Satwas PSDKP Ternate, Penyuluh Perikanan Kabupaten/Kota di Maluku Utara, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun, LPP RRI Ternate, AP2HI Ternate, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) Ternate, serta perwakilan Unit Pengolahan Ikan (UPI).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa dan sambutan Ketua Panitia, Junaidi Afsad Dalam sambutannya, menyampaikan laporan mengenai kesiapan penyelenggaraan kegiatan serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Hamzah, selaku Kepala SPPMHKP Ternate.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan profil SPPMHKP Ternate serta penjelasan mengenai alur dan mekanisme pelayanan Klinik Mutu Ikan. Layanan ini dihadirkan sebagai sarana konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha serta pemangku kepentingan dalam memenuhi persyaratan mutu dan keamanan produk perikanan.

Materi pertama mengenai Sertifikasi Mutu Pascapanen disampaikan oleh Dendy Akbar Hakim, selaku Ketua Tim Kerja Pasca Panen. Dalam paparannya, dijelaskan empat layanan sertifikasi, yaitu HACCP, SKP, SPDI, dan SMKHP, yang terintegrasi untuk mendukung terjaminnya mutu produk perikanan secara berkelanjutan. Materi juga mencakup sistem, mekanisme dan prosedur sertifikasi pascapanen, produk pelayanan, jangka waktu, biaya atau tarif layanan, serta masa berlaku sertifikat.

Selanjutnya, materi Pelayanan Mutu Produksi Primer disampaikan oleh Naidil Yahya, selaku Ketua Tim Kerja Produksi Primer. Materi yang disampaikan meliputi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CBIB Benih), serta Cara Penanganan Ikan yang Baik di atas Kapal (CPIB Kapal).

Materi terakhir mengenai Standar Layanan Laboratorium dan Uji Mutu Hasil Perikanan disampaikan oleh Zaenal, selaku Ketua Tim Kerja Manajemen Mutu. Pemaparan mencakup ruang lingkup pengujian laboratorium yang meliputi Angka Lempeng Total (ALT), Salmonella, Escherichia coli, uji organoleptik, serta Escherichia coli/Coliform, termasuk alur pelayanan pengujian dan waktu penyelesaian.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penandatanganan Berita Acara Forum Konsultasi Publik Tahun 2026. Berita acara tersebut memuat hasil identifikasi berbagai permasalahan serta usulan rekomendasi perbaikan yang disampaikan oleh para peserta dan pemangku kepentingan yang hadir. Hasil forum menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan layanan SPPMHKP Ternate semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Puncak kegiatan ditandai dengan Launching Klinik Mutu Ikan melalui pemutaran video sebagai simbol dimulainya layanan Klinik Mutu Ikan SPPMHKP Ternate.

Melalui Forum Konsultasi Publik dan Launching Klinik Mutu Ikan ini, SPPMHKP Ternate berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu dan keamanan produk perikanan. Kehadiran Klinik Mutu Ikan diharapkan menjadi wadah konsultasi, pendampingan, serta akses informasi yang dapat membantu pelaku usaha memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan adanya sinergi tersebut, produk perikanan Indonesia, khususnya dari wilayah Maluku Utara, diharapkan semakin aman, bermutu, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mampu mendukung peningkatan kepercayaan masyarakat dan daya saing produk perikanan di pasar nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....