Sempat di-Police Line, Tambang Emas Ilegal di Anggai Renggut Nyawa Penambang

  • 21 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Selatan - Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Anggai, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kembali memakan korban. Seorang pekerja tambang asal Gorontalo, Sulawesi Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat listrik di dalam lubang tambang rakyat pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Korban disebut meninggal di dalam lubang tambang milik pensiunan anggota kepolisian berinisial Hi. Sarifudin. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kondisi lubang tambang yang lembap dan basah diduga membuat arus listrik lebih mudah mengalir hingga korban tidak dapat menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasi tambang di kawasan Anggai sebelumnya disebut telah dipasangi garis polisi oleh Polres Halmahera Selatan. Pemasangan garis polisi itu dilakukan sesuai arahan Kapolda Maluku Utara sebelumnya, Irjen Pol. Waris Agono, sebagai bagian dari penanganan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

Namun, Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan membantah lokasi tempat kejadian merupakan lokasi yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan kepolisian masih melakukan penyelidikan dan telah mengirim personel ke lokasi.

“Masih penyelidikan dulu, anggota saya juga sudah ke lokasi,” kata Hendra. Ia juga menegaskan, “Ini bukan lokasi yang kami police line.

Sementara itu, insiden lain juga terjadi sehari sebelumnya, Senin, 17 Agustus 2026, di kawasan pertambangan emas Desa Anggai. Seorang warga Desa Bahu, Kecamatan Mandioli Selatan, Aswin Mansur, dilaporkan mengalami kecelakaan saat berada di dalam lubang tambang untuk mengambil material emas.

Informasi awal dari warga menyebutkan terdapat lebih dari satu korban dalam insiden tersebut. Salah seorang korban bahkan disebut mengalami cedera serius pada bagian leher dan sempat mendapat perawatan di RSUD Obi sebelum dirujuk ke RSUD Labuha.

Kepala Desa Bahu Badar Abas membenarkan adanya warga desanya yang mengalami kecelakaan di kawasan tambang Anggai. “Iya benar, tadi malam saya punya warga yang mengalami kecelakaan di tambang Anggai. Informasi yang saya terima korban luka di bagian kaki dan bahu,” ujarnya.

Agil Subur, yang mengaku sebagai pemilik usaha sekaligus pemberi kerja korban, juga membenarkan adanya kecelakaan. Namun, ia membantah informasi bahwa pekerjanya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. “Iya, korban saya punya karyawan. Dia sempat saya periksa tadi malam, tapi kondisinya sehat-sehat saja,” kata Agil.

Menurut Agil, kecelakaan terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya berada di dalam lubang untuk mengambil material emas. Saat itu, korban berada di atas papan yang dipasang sekitar satu meter dari dasar lubang, sementara beberapa karung material emas berada di atasnya.

“Korban bersama temannya dalam lubang. Jarak sekitar satu meter dari dasar dipasang papan, di atasnya ada beberapa karung material emas. Korban sempat naik dan pipanya patah sehingga korban terjatuh,” ujarnya.

Agil kembali menegaskan bahwa pekerjanya tidak mengalami cedera serius. “Kalau ada isu yang menyebut korban dirawat di rumah sakit, itu tidak benar karena korban dalam kondisi baik dan tidak cacat,” katanya.

Dua insiden yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut kembali menyoroti keselamatan pekerja sekaligus keberadaan aktivitas pertambangan emas di kawasan Anggai. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian pekerja serta rangkaian peristiwa kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....