Kemenhut Dorong Aren Jadi Bahan Baku Bioetanol

  • 11 Agt 2026 17:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) mendorong pemanfaatan pohon aren agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, salah satunya sebagai bahan baku bioetanol untuk campuran maupun pengganti bahan bakar bensin.

Hal tersebut disampaikan Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan (BRPH), Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut RI, C. Hendro Widjanarko, usai mengikuti diskusi bersama kelompok tani di Kelurahan Loto, lokasi Agrowisata, Selasa 11 Agustus 2026.

Hendro mengatakan, pohon aren merupakan tanaman multiguna yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, daun, hingga batang. Selain itu, aren juga memiliki fungsi dalam konservasi air dan tanah.

"Di sisi lain, Bapak Presiden memiliki Asta Cita, salah satunya ketahanan negara melalui ketahanan pangan, energi, hingga air. Untuk ketahanan energi, aren dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol sebagai pengganti bahan bakar seperti bensin," katanya.

Ia menambahkan, Kemenhut telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Aren untuk mendorong pengembangan komoditas tersebut secara lebih terarah.

Menurutnya, pengembangan aren diharapkan dapat mendukung kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan potensi bahan baku dalam negeri, sehingga ketergantungan terhadap impor bahan bakar dapat dikurangi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Basyuni Thahir, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya untuk mengembangkan potensi pohon aren.

Selama ini, kata dia, sebagian hasil produksi aren masih dimanfaatkan untuk pembuatan minuman beralkohol. Kondisi tersebut perlu diarahkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, termasuk untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi.

"Saat ini di unit Perhutanan Sosial Maluku Utara, beberapa UPT KPH sudah melihat potensi aren, terutama di Halmahera Utara, khususnya Galela, sebagian di Oba, dan Halmahera Barat," ujar Basyuni.

Ia menjelaskan, produksi aren di sejumlah wilayah tersebut masih banyak dimanfaatkan untuk minuman. Karena itu, diperlukan pendampingan kepada masyarakat serta dukungan pemerintah dalam membuka akses pasar dan mengembangkan produk turunan aren.

"Memang di daerah itu produksinya hanya untuk minuman. Maka ini perlu kita lakukan pendampingan, dan pemerintah juga memberikan akses yang lebih baik ke pasar," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....