Ternate Heritage Society Perkuat Jejaring Pelestarian se-Asia Tenggara
- 10 Agt 2026 10:07 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Ternate Heritage Society, Maluku Utara menghadiri pertemuan bersama Yayasan South East Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP) Foundation pada 3–4 Agustus 2026 di George Town, Pulau Pinang, Malaysia.
SEASREP Foundation merupakan yayasan yang menghimpun berbagai kajian, baik jurnal maupun hasil penelitian, untuk disebarluaskan melalui platform digital. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi 35 organisasi atau afiliasi dari berbagai negara di Asia Tenggara untuk mempelajari sejarah dan budaya kawasan sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi.
Founder Ternate Heritage Society, Maulana Ibrahim, mengatakan pihaknya menjadi salah satu organisasi yang diundang dalam pertemuan tersebut. Kegiatan itu bertujuan memetakan keberadaan dan tujuan masing-masing afiliasi serta membuka peluang kolaborasi dalam penulisan dan produksi pengetahuan lokal maupun global.
“Pada pertemuan perdana ini, selain peserta saling mengenal, kami juga merumuskan kegiatan bersama untuk keberlanjutan jejaring dan kolaborasi se-Asia Tenggara,” kata Maulana, Senin 10 Agustus 2026.
Menurutnya, George Town dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki pengalaman dalam mengelola keberagaman etnik serta konservasi sejarah, budaya, dan warisan heritage. Kota tersebut telah diakui UNESCO sebagai World Heritage City.
Maulana menambahkan, dalam sesi perkenalan, hampir seluruh peserta mengenal Ternate dan Kepulauan Maluku sebagai salah satu benang merah yang menghubungkan berbagai daerah di Asia Tenggara melalui jalur rempah.
“Sebagai contoh jalur perdangan Ternate dan bandar-bandar di Selat Malaka dan Pulau Pinang (george Town) serta migrasi penduduk Ternate Katolik ke Filipina,” ujarnya.
Ia menilai peran penting Ternate dalam sejarah perdagangan dan hubungan antarwilayah di masa lalu dapat menjadi fondasi dalam merancang pembangunan Kota Ternate dan Kepulauan Maluku ke depan.
Ternate Heritage Society berharap jejaring SEASREP dapat menjadi wadah kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan pembelajaran bersama antarorganisasi di Asia Tenggara. Pertemuan serupa juga direncanakan digelar pada tahun depan mulai fokus membahas permasalahan kota dan kolaborasikan untuk keberlanjutan kota, sejarah, budaya serta alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....