Kekurangan Air saat Kemarau, Hasil Panen Tomat di Gurabunga Kota Tidore Menurun
- 04 Agt 2026 10:52 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Tidore – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Maluku Utara mulai berdampak terhadap sektor pertanian, termasuk di Kota Tidore Kepulauan. Salah satu dampak yang dirasakan petani adalah menurunnya hasil panen tomat akibat berkurangnya ketersediaan air.
Seorang petani tomat di Kelurahan Gurabunga, Baharuddin, mengatakan produksi tomat pada musim panen kali ini hanya mencapai sekitar 500 kilogram. Jumlah tersebut turun hingga 50 persen dibandingkan hasil panen pada musim normal yang dapat mencapai satu ton.
"Kalau biasanya hasil panen bisa mencapai satu ton, sekarang hanya sekitar 500 kilogram," kata Baharuddin saat ditemui di Kelurahan Gurabunga, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurut Baharuddin, musim kemarau menyebabkan tanaman tomat tidak tumbuh secara optimal karena minimnya pasokan air. Kondisi tersebut berdampak langsung pada produktivitas lahan pertanian. Ia mengatakan para petani di Gurabunga saat ini membutuhkan suplai air untuk menyiram tanaman agar tetap subur dan produktif.
Baharuddin juga mengaku khawatir apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Menurut dia, keterbatasan air dapat menghambat aktivitas bercocok tanam dan berpotensi menurunkan produksi pertanian secara lebih luas. "Kami berharap ada suplai air untuk petani agar tetap bisa menanam. Kalau tidak ada, otomatis hasil panen akan terus menurun," ujarnya.
Kelurahan Gurabunga merupakan salah satu sentra produksi pertanian di Kota Tidore Kepulauan. Karena itu, ketersediaan air dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian dan produktivitas hasil panen di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....