Lapas Ternate Paparkan Praktik Baik Penanganan TBC di Malut
- 31 Jul 2026 19:42 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan nasional dengan mengikuti Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Public Private Mix (PPM) serta Intervensi TB-HIV yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, pada Kamis 30 Juli 2026 kemarin.
Kegiatan yang diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dan fasilitas pelayanan kesehatan se-Provinsi Maluku Utara tersebut bertujuan memperkuat koordinasi serta mempercepat pencapaian target eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030.
Dalam kesempatan itu, Lapas Kelas IIA Ternate juga dipercaya mempresentasikan praktik terbaik (best practice) dalam penanganan dan pelayanan TBC di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, mengatakan bahwa keikutsertaan Lapas Ternate dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan sekaligus dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam upaya eliminasi TBC.
“Kami berkomitmen penuh mendukung target pemerintah menuju Eliminasi TBC 2030. Melalui pemaparan praktik baik ini, kami ingin menunjukkan bahwa deteksi dini, pengelolaan data, hingga pelayanan dan perawatan pasien TBC di Lapas Ternate dilaksanakan secara terstruktur, akuntabel, dan humanis,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Ternate, Yuslizar, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, validasi data, serta memastikan ketersediaan dukungan logistik dalam penanganan TBC di lingkungan pemasyarakatan.
“Pertemuan ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi warga binaan. Selain berbagi pengalaman dan strategi penanganan, kami bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Maluku Utara melakukan validasi data pasien TBC sensitif obat (SO), resisten obat (RO), maupun TB-HIV, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut dan kebutuhan logistik guna meningkatkan efektivitas penanganan penyakit tersebut,” kata Yuslizar.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama sebagai upaya memperkuat jejaring penemuan kasus, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta mengoptimalkan penanganan TBC secara menyeluruh di Provinsi Maluku Utara.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, diharapkan target eliminasi TBC pada tahun 2030 dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan pemerintah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....