Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Haltim Masih Butuh Dukungan Anggaran Pusat

  • 21 Jul 2026 06:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Haltim - Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menilai tingginya pertumbuhan ekonomi daerah belum sepenuhnya diikuti kemampuan fiskal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi itu membuat dukungan anggaran dari pemerintah pusat masih menjadi kebutuhan penting.

Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mengatakan kawasan industri di Halmahera Timur menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, keberadaan investasi industri juga memberikan dampak besar bagi Provinsi Maluku Utara.

Ia menyebut Halmahera Timur bersama Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan merupakan daerah penghasil nikel terbesar di Maluku Utara. Tiga kabupaten tersebut dinilai menjadi penopang tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Jadi jangan heran kalau pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia ada di Maluku Utara, khususnya Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan," ujar Ricky.

Ricky menjelaskan aktivitas industri di wilayah tersebut mampu memberikan kontribusi ekonomi yang sangat besar setiap tahun. Namun, besarnya pertumbuhan ekonomi belum otomatis meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah daerah.

Menurutnya, pemerintah pusat tetap memiliki skala prioritas dalam menentukan program pembangunan nasional. Akibatnya, tidak semua kebutuhan pembangunan daerah dapat dipenuhi melalui anggaran pemerintah pusat.

"Sementara masih banyak kebutuhan dasar masyarakat Haltim yang menuntut untuk mereka juga terpenuhi. Nah itu yang belum bisa dipenuhi oleh pemerintah daerah karena kondisi fiskal yang terbatas," katanya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur berharap besarnya kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat. Dukungan anggaran tambahan dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....