Inovasi DKP Malut Bikin Jajanan Sekolah Lebih Sehat
- 18 Jul 2026 18:28 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara mengembangkan inovasi produk olahan hasil perikanan berbasis ikan lokal sebagai upaya mendukung peningkatan gizi anak sekaligus memperkuat daya saing inovasi daerah menjelang penilaian Indeks Inovasi Government Nasional 2026 pada akhir Agustus mendatang.
Plt. Kepala DKP Maluku Utara, Kadri Laetje, turun langsung memberikan pendampingan teknis kepada aparatur sipil negara (ASN) di UPTD Balai Pengembangan dan Pengawasan Olahan Kelautan (BP2OK), UPTD Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP), serta Bidang Penguatan Daya Saing (PDS) DKP Maluku Utara selama tiga hari, 16–18 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kadri mengedukasi teknik diversifikasi produk olahan perikanan dengan memadukan dua komoditas unggulan, yakni ikan teri sebagai sumber kalsium tinggi dan ikan kembung yang kaya kandungan asam lemak omega-3.
Menurut Kadri, inovasi tersebut dirancang untuk menghasilkan pangan bergizi yang dapat menjadi alternatif jajanan sehat bagi anak-anak usia sekolah.
Proses produksi diawali dengan pengolahan ikan teri segar menggunakan autoklaf pada suhu 121 derajat Celsius, kemudian dikeringkan dalam oven bersuhu 55 derajat Celsius selama 24 jam sebelum digiling menjadi tepung berkalsium tinggi.
Sementara itu, ikan kembung diolah menjadi surimi, dibekukan, kemudian dicampur dengan tepung ikan dan bumbu lokal menggunakan mesin pencampur. Adonan selanjutnya diproses dengan metode retort selama 30 menit, melalui dua tahap pengolahan hingga menghasilkan produk siap saji yang ditujukan bagi anak-anak sekolah dasar.
“Kami ingin membangkitkan produk olahan ikan sebagai pengganti jajanan sekolah yang kurang sehat. Produk ini kaya kalsium dan omega-3 sehingga diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak menjadi lebih sehat, cerdas, kuat, dan memiliki pertumbuhan yang optimal,” kata Kadri di Ternate, Jumat 18 Juli 2026.
Ia menambahkan, seluruh produk yang dihasilkan langsung menjalani uji mutu organoleptik dan uji proksimat di laboratorium UPTD oleh panelis terlatih sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) guna memastikan kualitas, keamanan, dan kandungan gizinya.
Ke depan, DKP Maluku Utara menargetkan inovasi produk pangan berbasis ikan tersebut dapat diproduksi secara berkelanjutan dan menjangkau siswa sekolah dasar maupun Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan konsumsi ikan sejak usia dini.
“Hari ini kami mampu menghasilkan produk inovasi dengan kandungan kalsium tinggi dan omega-3 yang sangat baik untuk mendukung kecerdasan anak. Potensi itu berasal dari ikan kembung yang melimpah di perairan Maluku Utara,” ujar Kadri.
Melalui pengembangan diversifikasi produk perikanan tersebut, DKP Maluku Utara berharap inovasi daerah tidak hanya berkontribusi pada penilaian Indeks Inovasi Government Nasional 2026, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan lokal sebagai pangan bergizi yang bernilai tambah bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....