Pendapatan Pedagang Jersey Pildun di Ternate Menurun jelang Babak Final
- 15 Jul 2026 13:44 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Pendapatan pedagang baju jersey sepak bola di Ternate, Maluku Utara, mengalami penurunan yang cukup signifikan menjelang babak akhir pertandingan Piala Dunia 2026.
Siti, salah satu pedagang musiman yang menjual berbagai Jersey negara peserta seperti Argentina dan Brasil, mengungkapkan bahwa omzet penjualannya terus merosot jika dibandingkan dengan masa awal turnamen.
"Kalau pertama-tama sih lumayan bisa mencapai Rp4.000.000 sampai 5.000.000 satu hari, cuma ini kan kalau mereka sudah bermain dan sudah jatuh-jatuh (gugur) ya sudah kurang-kurang, sekarang dapat Rp1.000.000 pun sudah syukurlah," ujar Ibu Siti saat ditemui di lokasi, Rabu, 15 Juli 2026.
Saat diwawancarai di lapak dagangannya ia mengatakan tidak ada bayaran khusus yang dikeluarkan untuk izin menyewa lahan namun ia hanya membayar untuk biaya kebersihan seharga Rp2.000 per hari. Ia mengonfirmasi kondisi pasar dengan menyatakan bahwa pendukung tim sepak bola Brasil merupakan kelompok penggemar yang paling banyak mendominasi di wilayah Ternate, sehingga Jersey negara tersebut menjadi yang paling laris diburu oleh masyarakat setempat.
Siti menambahkan bahwa saat ini harga pakaian setelan bola ia jual seharga Rp75.000, sedangkan untuk atasan berbahan kaos kualitas biasa dipatok maksimal Rp100.000, sangat jauh dibanding harga jersey orisinal yang bisa melebihi Rp200.000. Untuk menyiasati berakhirnya demam sepak bola tersebut, ia berencana akan segera mengganti barang dagangannya dengan menjual bendera merah putih untuk menyambut momen bulan Agustus mendatang.
Di sisi lain, lesunya pasar menjelang babak final ini tidak menyurutkan antusiasme para pendukung setia yang baru sempat membeli seragam tim favorit mereka. Saming, salah seorang pembeli, terlihat sedang memilih dan membeli Jersey tim nasional Inggris di area tersebut.
“Alasan saya membeli baju Inggris karena saya sebagai pendukung, juga harganya terbilang cukup ramah dikantong dan sesuai dengan kualitas barang yang didapatkan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa harga maksimal Rp100.000 tersebut sangat sepadan (worth it) dan sesuai dengan kualitas bahan yang didapatkan, meskipun dirinya hanya membeli satu baju sepanjang gelaran Piala Dunia kali ini.
Fenomena naik turunnya pendapatan pedagang ini membuktikan bahwa geliat ekonomi musiman sangat bergantung pada momentum dan tren yang tengah berlangsung di masyarakat. Ketika euforia Piala Dunia berangsur mereda, para pelaku usaha mikro di Ternate dituntut untuk segera memutar otak dan beralih ke komoditas dagang berikutnya agar kelangsungan bisnis mereka tetap terjaga.
Meskipun turnamen sepak bola akbar tersebut segera berakhir, jejak kemeriahan dan fanatisme warga Ternate tetap membekas melalui jersey-jersey yang telah dibawa pulang oleh para pembeli. Transisi cepat dari berjualan atribut olahraga ke pernak-pernik hari kemerdekaan menjadi potret nyata bagaimana para pedagang lokal terus adaptif bertahan hidup di tengah dinamika pasar yang terus berubah. (Mahasiswa PPL IAIN Ternate/ Herlina & Hikmah).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....