Tiga Subsektor Tekan Penurunan NTP Maluku Utara pada Juni 2026
- 07 Jul 2026 19:48 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Badan Pusat Statistik (BPS)Provinsi Maluku Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Utara pada Juni 2026 sebesar 101,68 atau turun 0,19 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 101,88. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perlambatan daya tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi petani.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan penurunan NTP terjadi berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di tujuh kabupaten di Maluku Utara selama Juni 2026. Menurutnya, penurunan terutama dipengaruhi oleh melemahnya kinerja pada tiga subsektor pertanian.
"Subsektor Tanaman Pangan mengalami penurunan sebesar 2,50 persen, diikuti Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,81 persen, dan Subsektor Peternakan sebesar 3,02 persen," ujar Harim, Selasa, 7 Juli 2026. Sementara itu, dua subsektor lainnya justru mencatat peningkatan, yakni Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 8,26 persen dan Subsektor Perikanan sebesar 2,48 persen.
Selain NTP, BPS juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Maluku Utara pada Juni 2026 mencapai 133,72 atau naik 1,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga di wilayah perdesaan.
Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Maluku Utara mengalami peningkatan menjadi 103,89 pada Juni 2026. Angka tersebut naik 0,47 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 103,41, sehingga menunjukkan kondisi usaha rumah tangga pertanian masih mengalami perbaikan meskipun NTP mengalami penurunan tipis.
Secara regional, dari 14 provinsi di Kawasan Timur Indonesia, terdapat lima provinsi yang mengalami kenaikan NTP selama Juni 2026. Kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 7,48 persen, disusul Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 1,63 persen.
Sementara itu, sembilan provinsi di Kawasan Timur Indonesia mengalami penurunan NTP pada periode yang sama. Penurunan terbesar tercatat di Provinsi Papua Tengah sebesar 1,77 persen, sedangkan Maluku Utara mengalami penurunan yang relatif lebih rendah, yakni 0,19 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....