Tarif Transportasi dan Harga Pangan Picu Inflasi Maluku Utara
- 04 Jul 2026 15:50 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Juni 2026 sebesar 5,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 115,76. Inflasi tersebut tercatat lebih tinggi di Kota Ternate yang mencapai 5,48 persen, sedangkan Kabupaten Halmahera Tengah mengalami inflasi sebesar 3,11 persen.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan kenaikan inflasi secara tahunan dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak 10 kelompok mengalami inflasi dan hanya satu kelompok yang mencatat deflasi.
"Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 12,22 persen. Disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,73 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,69 persen," ujar Harim, ditulis RRI, Sabtu, 4 Juli 2026.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi sebesar 4,60 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga meningkat 2,13 persen, diikuti kelompok kesehatan sebesar 1,55 persen.
Inflasi juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,52 persen. Sementara kelompok pakaian dan alas kaki naik 1,46 persen, kelompok pendidikan meningkat 0,99 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen.
Di sisi lain, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi. Penurunan indeks pada kelompok tersebut tercatat sebesar 0,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi sebesar 2,45 persen pada Juni 2026. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) atau Juni 2026 terhadap Desember 2025 mencapai 5,16 persen.
Arrosid menegaskan perkembangan inflasi tersebut menjadi gambaran perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat di Maluku Utara. Data ini diharapkan menjadi salah satu acuan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....