Empat Hari di Kabarkan Hilang, Nelayan Desa Lede Ditemukan Meninggal Dunia

  • 25 Jun 2026 19:07 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sanana - Seorang nelayan bernama La Radi (53) asal Desa Lede, Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu ditemukan meninggal dunia.

Sesuai informasi yang diperoleh RRI pada Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 07.00 WIT korban keluar dari rumah untuk pergi mencari Gurita. Korban biasa mencari gurita di seputaran Pulau Tabala satu dan Talaba dua. Kebiasaan korban melaut itu pada pukul 14.00 WIT menggunakan perahu jenis ketinting dilengkapi dengan satu unit mesin honda berkekuatan 5,5 PK.

Namun, sekitar pukul 15.00 WIT, istri korban yang bernama Adila mulai merasa khawatir karena suaminya belum juga kembali. Untuk itu, ia langsung melaporkan hal tersebut ke anggota polsek siap Lede dan pemerintah desa dan meminta bantuan ke warga lainnya untuk mencari keberadaan suaminya.

Mendapat informasi tersebut, masyarakat setempat Berbondong - bondong melakukan upaya pencarian yang dimulai dari pukul 17.00 WIT hinga malam dan tepat pukul 22.00 WIT mereka berhasil menemukan keberadaan perahu korban tepatnya di Pas Tengah yang kurang lebih 200 meter dari tepi pantai Laleo Desa Lede.

Meski begitu, korbannya tak kunjung ditemukan. Setelah itu, pada pukul 22.55 WIT, berhenti melakukan pencarian. Sementara perahu korban di derek ke tepi pantai.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu, Rasid La Baily, saat dikonfirmasi menyampaikan, nelayan asal Desa Lede yang hilang saat mencari gurita sejak Senin 22 Juni 2026 akhirnya ditemukan.

"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat, khususnya kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Banggai Laut, aparat TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, para nelayan, serta masyarakat yang dengan penuh kepedulian dan semangat kemanusiaan turut membantu proses pencarian sejak hari pertama hingga korban berhasil ditemukan," ucap Rasid, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menyatakan, meskipun di tengah berbagai tantangan kondisi cuaca dan luasnya wilayah pencarian, seluruh tim tetap bekerja tanpa mengenal lelah demi menemukan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menanti dengan penuh harap. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang baik antara unsur pemerintah, tim penyelamat, dan masyarakat.

"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, serta menghadapi berbagai risiko di lapangan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini," ucapnya.

Ia menegaskan, jika keberadaan tim Basarnas di Pulau Taliabu akan sangat membantu mempercepat respons terhadap berbagai kondisi kedaruratan, seperti kecelakaan laut, nelayan hilang, bencana alam, maupun situasi yang memerlukan operasi pencarian dan pertolongan.

"Saya berharap kepada Basarnas Maluku Utara agar penempatan personil Basarnas di Pulau Taliabu dapat menjadi salah satu wilayah prioritas dalam penguatan layanan pencarian dan pertolongan, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat serta kondisi geografis daerah yang didominasi wilayah laut," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....