Sampah Menumpuk di Pasar Sarimalaha, DPRD Desak DLH Lakukan Pembersihan

  • 24 Jun 2026 12:42 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Tumpukan sampah yang berserakan di kawasan Pasar Sarimalaha, Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, menuai perhatian publik. Kondisi tersebut membuat lingkungan pasar terlihat kumuh dan mengganggu aktivitas para pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.

Persoalan ini menjadi sorotan karena Kota Tidore Kepulauan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah peraih penghargaan Adipura. Tercatat, daerah tersebut telah meraih penghargaan Adipura sebanyak 10 kali dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam kategori kota kecil terbersih di Provinsi Maluku Utara.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Idham Sabtu, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak berdiam diri dan segera mengambil langkah penanganan.

Menurut dia, persoalan sampah tidak hanya terjadi di wilayah Pulau Tidore, tetapi juga harus menjadi perhatian serius di kawasan Oba dan wilayah lainnya.

“Persoalan sampah ini tidak hanya di Pulau Tidore, di wilayah Oba juga harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai menunggu masyarakat mengeluh baru bekerja,” kata Idham, Selasa 23 Juni 2026.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mendesak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja DLH. Ia menilai persoalan sampah yang terus terjadi dapat berdampak pada citra daerah yang selama ini dikenal berprestasi dalam pengelolaan lingkungan.

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah harus mengambil langkah tegas untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala DLH. Jangan sampai penghargaan Adipura yang selama ini diraih bertentangan dengan kondisi yang ada di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan, Abdul Muis A. Husein, mengakui pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam proses pengangkutan sampah, terutama terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite yang digunakan armada pengangkut sampah.

Menurut Abdul Muis, pasokan Dexlite saat ini mengalami kendala sehingga operasional armada pengangkut sampah belum dapat berjalan maksimal.

“Untuk BBM ini kami bekerja sama dengan pemilik SPBU. Saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar daerah sehingga kami mengalami kesulitan memperoleh pasokan Dexlite,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan persoalan sampah di Pasar Sarimalaha akan segera ditangani begitu kebutuhan BBM tersedia. Ia menargetkan proses pembersihan dapat dilakukan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

“Insya Allah dalam satu sampai dua hari, jika BBM sudah tersedia, kami akan langsung turun melakukan pembersihan,” ujarnya.

Abdul Muis menambahkan, sampah yang menumpuk di kawasan Pasar Sarimalaha tidak seluruhnya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga berasal dari sampah rumah tangga masyarakat yang dibuang di lokasi tersebut.

Selain persoalan BBM, DLH Kota Tidore Kepulauan juga menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Kondisi itu berdampak pada perawatan armada pengangkut sampah yang sebagian membutuhkan perbaikan.

“Ada beberapa mobil yang membutuhkan perbaikan, sementara anggaran pemeliharaan sangat terbatas. Jika dipaksakan, tentu harus berutang untuk melakukan perbaikan,” kata Abdul Muis.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menemukan solusi atas berbagai kendala tersebut agar persoalan sampah di kawasan pasar dan wilayah lainnya dapat tertangani secara optimal serta tidak mengganggu kebersihan lingkungan kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....