Dispersip Ternate Resmi Gelar Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik

  • 18 Jun 2026 09:51 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate resmi menggelar Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik yang diikuti enam kelurahan di Kota Ternate, berlangsung di Aula Dispersip, Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu diikuti perwakilan dari enam kelurahan yakni Kasturian, Jambula, Kota Baru, Soa Sio, Kayu Merah dan Tobololo.

Lomba tersebut turut dihadiri Kabid Perpustakaan, Diana Djoisangadji, Kabid Kearsipan, Nurlaila Rachman dan Kabid Pelestarian dan Alih Media, Minarni M Saleh. Dengan mengusung tema “Melalui Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik, Mendorong Peningkatan Literasi Masyarakat.”

Plh Kepala Dispersip Kota Ternate, Nona Lethulur

Dalam sambutanya, Plh Kepala Dispersip Kota Ternate, Nona Lethulur, mengatakan pada tahun 2026 menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional untuk sembilan item kegiatan. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Lomba Bertutur, sementara saat ini digelar Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik.

“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kelurahan yang mengikuti lomba ini. Semakin banyak peserta, maka semakin besar pula peluang kolaborasi program antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dengan pemerintah kelurahan dalam meningkatkan minat literasi masyarakat,” ujarnya.

Nona menjelaskan, dari sembilan perpustakaan kelurahan yang diseleksi oleh dewan juri, terpilih enam perpustakaan yang berhak mengikuti tahap presentasi untuk memaparkan program dan pengembangan perpustakaan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan kelurahan memiliki peran strategis dalam meningkatkan budaya baca masyarakat karena menjadi garda terdepan pelayanan literasi di tingkat akar rumput.

“Dengan adanya lomba perpustakaan terbaik ini, diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui kerja sama dan kolaborasi yang baik antara Dispersip dan pihak kelurahan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kegemaran membaca di Provinsi Maluku Utara berada pada peringkat keempat secara nasional dengan skor 60,66 poin. Namun, kondisi literasi di Kota Ternate masih perlu mendapat perhatian serius.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, perpustakaan kelurahan, dan komunitas literasi untuk bersama-sama meningkatkan budaya membaca di masyarakat,” ujarnya.

Nona menambahkan, perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat edukasi dan pengembangan kecakapan literasi. Masyarakat yang memiliki tingkat literasi baik akan lebih mudah beradaptasi dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan.

“Literasi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap banyak hal, baik dalam pendidikan, sosial, maupun pembangunan masyarakat secara keseluruhan,” kata Nona, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....