SMA-SMK di Ternate Makin Kompetitif, Kadikbud: Tidak ada Sekolah Favorit

  • 03 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate- Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Abubakar mengimbau masyarakat agar tidak hanya berfokus pada sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit.

Hal tersebut disampaikan Abubakar saat memaparkan kondisi pendidikan menengah di Kota Ternate, pada pengukuhan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA, SMK, dan SLB Kota Ternate periode 2026–2029 di Aula SMA Negeri 5 Ternate, Rabu 3 Juni 2026.

Mantan Pj. Sekprov Malut ini menilai kualitas layanan pendidikan di SMA dan SMK Kota Ternate kini semakin merata berkat dukungan program sekolah gratis, peningkatan kompetensi guru, dan penguatan tata kelola pendidikan.

Selain itu, untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, seluruh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Maluku Utara diwajibkan menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus memastikan berbagai program pengembangan sekolah berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, Abubakar juga mengungkapkan bahwa kualitas tenaga pendidik di Kota Ternate terus menunjukkan perkembangan positif. Dari total 922 guru yang mengajar di jenjang SMA, SMK, dan SLB, lebih dari 90 persen telah mengantongi sertifikat pendidik profesional.

“Sebanyak 752 guru telah memiliki sertifikat pendidik profesional. Ini menunjukkan bahwa mayoritas tenaga pendidik di Ternate telah memenuhi standar profesionalisme yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, Abubakar mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait capaian literasi dan numerasi siswa. Berdasarkan hasil Asesmen Nasional, rata-rata capaian kedua indikator tersebut di Maluku Utara masih berada di bawah angka 50 persen.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Rapor Pendidikan Kota Ternate secara umum telah berada pada kategori sedang dan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Abubakar juga meluruskan informasi yang berkembang terkait capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Maluku Utara. Menurutnya, angka 49 persen yang sering menjadi sorotan publik merupakan akumulasi dari seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA.

“Jika dilihat khusus untuk kewenangan pemerintah provinsi pada jenjang SMA, SMK, dan SLB atau kelompok usia 16 sampai 18 tahun, capaian SPM Maluku Utara telah mencapai 69,17 persen dan masuk kategori tuntas muda,” ucapnya.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, Maluku Utara juga mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Provinsi ini berhasil meraih peringkat ketiga nasional dalam tata kelola Program Indonesia Pintar (PIP) berdasarkan indikator penilaian yang ditetapkan kementerian terkait.

Namun, sektor pendidikan masih menghadapi persoalan keterbatasan sarana dan prasarana. Dari total anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara sebesar Rp786 miliar, sebagian besar digunakan untuk membiayai kebutuhan guru, seperti gaji, tunjangan, sertifikasi, serta dana operasional satuan pendidikan.

Akibatnya, ruang fiskal untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pendidikan menjadi relatif terbatas. Sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk laboratorium di beberapa sekolah, masih membutuhkan perbaikan dan peningkatan kualitas.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Abubakar mendorong sekolah dan tenaga pendidik memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Menurutnya, berbagai platform pembelajaran yang telah disediakan pemerintah pusat dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak keterbatasan fasilitas fisik.

“Digitalisasi pembelajaran harus dimanfaatkan secara maksimal agar kualitas pendidikan tetap meningkat meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini juga tengah menjalankan program sekolah model serta peningkatan kompetensi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....