Hilirisasi Nikel Picu Lonjakan Ekonomi, Sherly Kejar Pemerataan Infrastruktur

  • 23 Mei 2026 07:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi tinggi di Provinsi Maluku Utara akibat hilirisasi nikel mulai memunculkan tantangan baru, kebutuhan infrastruktur dan pemerataan pembangunan. Persoalan itu menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Gubernur Sherly Tjoanda di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat dan Pemprov Maluku Utara membahas strategi percepatan pembangunan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan industri sekaligus memperkuat sektor ekonomi masyarakat.

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyebut Maluku Utara saat ini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, terutama didorong hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik.

Menurut AHY, kemajuan industri di kawasan Weda dan Buli harus diimbangi dengan pembangunan konektivitas dan infrastruktur dasar agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri.

“Setiap rupiah yang diinvestasikan harus dikonversi menjadi keadilan dan pemerataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Utara,” ujar AHY.

Pertemuan Gubernur Sherly Tjoanda dengan Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta. Gubernur didampingi Plt. Kadis PUPR Risman Iriyanto Djafar.(Foto: Irin/RRI).

Dalam audiensi itu, Sherly Tjoanda juga memaparkan sejumlah program strategis daerah, termasuk pembangunan konektivitas antarwilayah untuk mendukung distribusi pangan lokal dari kawasan pertanian di Halmahera menuju pusat industri.

Langkah tersebut dinilai penting karena pertumbuhan kawasan industri nikel telah meningkatkan kebutuhan pangan dan logistik di Maluku Utara. Pemerintah daerah mendorong agar sektor pertanian, perkebunan kelapa, dan perikanan ikut tumbuh bersama ekspansi industri hilirisasi.

Selain itu, rencana pengembangan bandara internasional di Maluku Utara turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Infrastruktur transportasi dinilai menjadi faktor penting untuk membuka akses investasi, mempercepat mobilitas barang dan manusia, serta memperkuat posisi Maluku Utara sebagai kawasan industri strategis nasional di Indonesia timur.

AHY juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas sejumlah capaian pembangunan, termasuk penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri terkait keberhasilan menekan angka stunting.

Pertemuan ini memperlihatkan arah baru pembangunan Maluku Utara yang tidak lagi hanya bertumpu pada eksploitasi sumber daya tambang, tetapi mulai diarahkan pada integrasi industri dengan penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....