Singapura Kirim Utusan ke Malut jelang Kedatangan Dubes dan Delegasi Bisnis
- 20 Mei 2026 19:15 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Singapura dalam berbagai sektor, mulai dari investasi, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).
Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Vickland Malik, di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Maluku Utara di Ternate, Rabu 20 Mei 2026.
Pertemuan itu dipimpin langsung Sekretaris Daerah Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, bersama Wakil Wali Kota Ternate, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Singapura menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat pemerintah daerah dalam proses evakuasi pendaki asal Singapura di Gunung Dukono, Halmahera Utara, beberapa waktu lalu.
Sekprov Maluku Utara menegaskan daerahnya kini tengah mendorong pola kerja sama investasi yang lebih berkelanjutan, di mana investor tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga ikut membangun dan mengembangkan potensi daerah bersama pemerintah.
Menurut Samsuddin, Maluku Utara memiliki peluang besar di sektor pariwisata, pertanian, hilirisasi nikel, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga menilai posisi geografis Maluku Utara sangat strategis sebagai jalur penghubung kawasan Pasifik, terutama Kota Ternate yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan logistik yang terus berkembang.
“Maluku Utara memiliki iklim investasi yang aman dan kondusif. Ini menjadi modal penting untuk menarik investor asing,” ujarnya.
Sementara itu, Vickland Malik menyatakan Singapura siap menjadi mitra strategis bagi Maluku Utara, terutama dalam memperkuat tata kelola investasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintah.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Singapura menawarkan program pelatihan bagi ASN melalui Singapore Cooperation Programme (SCP). Program tersebut memberikan kesempatan bagi pegawai pemerintah daerah untuk mengikuti pelatihan di Singapura terkait manajemen keuangan, regulasi investasi, pendidikan, hingga sektor kesehatan.
“Tahun lalu ada sekitar 800 ASN dari Indonesia yang mengikuti program ini dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 1.000 peserta. Kami berharap ASN dari Maluku Utara juga dapat ikut serta,” kata Vickland.
Ia menjelaskan, keberhasilan Singapura dalam menarik investasi ditopang oleh regulasi yang jelas dan kepastian hukum yang kuat. Karena itu, pemerintah memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan investor.
Selain membahas penguatan kapasitas ASN, Kedubes Singapura juga mengungkapkan rencana kunjungan resmi Duta Besar Singapura untuk Indonesia ke Maluku Utara dalam waktu mendatang.
Kunjungan tersebut direncanakan akan melibatkan sejumlah delegasi bisnis guna membahas peluang kerja sama konkret dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, termasuk di sektor investasi dan promosi pariwisata.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat promosi potensi wisata dan sumber daya alam Maluku Utara melalui media dan platform digital internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....