Generasi Muda Jadi Penentu Kedaulatan Maluku Utara di Era Digital

  • 20 Mei 2026 12:43 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat nasionalisme demi masa depan bangsa dan daerah. Hal itu disampaikan Dosen Universitas Khairun Ternate, Dr. Ade Ismail, saat dialog interaktif di Pro 1 RRI Ternate, Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam dialog tersebut, Ade menjelaskan bahwa semangat kebangkitan nasional yang lahir sejak berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital.

Menurutnya, organisasi yang dipelopori Dr. Sutomo bersama para pelajar STOVIA kala itu menjadi awal tumbuhnya kesadaran bangsa melalui pendidikan, budaya, dan perjuangan politik untuk melawan kolonialisme. “Semangat nasionalisme itu harga mati untuk menjaga kedaulatan bangsa. Karena sejarah dunia adalah sejarah orang muda,” ujarnya.

Dosen Universitas Khairun Ternate, Dr. Ade Ismail. (Foto: Ade).

Ade mengatakan, lahirnya organisasi besar seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, hingga Nahdlatul Ulama menjadi bagian penting dalam perjalanan perjuangan bangsa menuju Sumpah Pemuda dan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan para pendiri bangsa perlu menjadi inspirasi generasi muda Maluku Utara di tengah berbagai tantangan saat ini, mulai dari rendahnya literasi, budaya instan, hingga penyebaran hoaks di media sosial.

Menurut Ade, Maluku Utara memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti tambang nikel, perikanan, rempah-rempah, hingga pariwisata. Namun potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang unggul agar mampu mewujudkan kedaulatan daerah. “Kita tidak cukup hanya punya sumber daya alam yang besar. Harus ada SDM yang unggul agar daerah ini bisa maju dan berdaulat,” katanya.

Pentingnya membangun kedaulatan pendidikan dengan memastikan seluruh anak daerah mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Ade mengingatkan generasi muda untuk tidak terjebak dalam pola pikir instan. Menurutnya, keberhasilan tidak bisa dicapai tanpa proses belajar dan kerja keras.

“Kalau semua ingin serba cepat tanpa proses, maka hasilnya tidak akan maksimal. Bangsa ini juga merdeka melalui perjuangan panjang,” ujarnya. Ade turut mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya literasi dan berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

Refleksi bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga membangun semangat generasi muda untuk menjaga kedaulatan Maluku Utara di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi hingga digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....