Wali Kota Tidore Turun Tangan Atasi Demonstrasi Bobo

  • 18 Mei 2026 19:31 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Aksi demonstrasi masyarakat Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, terkait dugaan rasisme terhadap warga setempat berlangsung memanas pada Senin 16 Mei 2026. Ketegangan terjadi setelah massa aksi menutup akses jalan umum sebagai bentuk protes.

Penutupan jalan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan.

Menanggapi situasi itu, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, turun langsung ke lokasi aksi untuk memastikan kondisi keamanan dan kelancaran lalu lintas tetap terkendali.

Muhammad Sinen menegaskan, kehadirannya bukan untuk menghalangi aksi demonstrasi, melainkan menjaga agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat pemblokiran jalan.

“Saya hadir karena diminta oleh Kapolresta agar turun bersama-sama. Jadi, saya datang bukan untuk mengganggu aksi demonstrasi. Mau demo silakan, karena itu hak masyarakat. Tapi tidak boleh mengganggu aktivitas umum,” ujar Muhammad Sinen.

Menurut dia, situasi memanas dipicu aksi penutupan jalan yang berdampak pada masyarakat lain, termasuk kendaraan yang membawa pasien menuju rumah sakit sempat tertahan.

“Saya marah karena mereka tutup jalan. Saya minta jalan dibuka karena ada mobil yang membawa orang sakit ke rumah sakit sempat tertahan. Ini terakhir, jika nanti demonstrasi masih disertai pemblokiran jalan maka saya tidak mau lagi negosiasi. Saya akan minta kepolisian menangkap otak di balik pemblokiran jalan,” ucapnya.

Muhammad Sinen juga mengaku keberatan atas tudingan salah satu orator aksi yang menyebut dirinya sebagai provokator saat berada di lokasi demonstrasi. Ia menegaskan akan mengambil langkah hukum terkait pernyataan tersebut.

“Sebagai Wali Kota, saya berkewajiban menjaga agar aktivitas masyarakat di Kota Tidore Kepulauan berjalan kondusif,” katanya.

Wali Kota menambahkan, tuntutan masyarakat Kelurahan Bobo saat ini telah diproses oleh pihak kepolisian. Karena itu, masyarakat diminta bersabar dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Aksi demonstrasi warga Bobo dipicu dugaan tindakan rasisme yang berkembang di media sosial dan tengah masyarakat. Massa aksi mendesak Sultan Tidore memberikan penjelasan terbuka terkait sejarah masyarakat Bobo dari perspektif Kesultanan Tidore.

Selain itu, massa juga meminta Polresta Tidore menjelaskan perkembangan laporan terhadap akun media sosial bernama “D’Facto” yang diduga menyebut masyarakat Bobo sebagai orang Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....