Akademisi Unkhair Sorot Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan
- 15 Mei 2026 09:46 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Akademisi Universitas Khairun, Hamidin Rasulu, menilai potensi sumber daya alam di Maluku Utara sangat besar. Namun, pengelolaannya harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan.
Hal itu disampaikan Hamidin dalam dialog interaktif di RRI Ternate bertajuk “Potensi dan Tantangan Pengembangan Ekonomi Hijau di Wilayah Kepulauan Maluku Utara.” Dialog tersebut juga menghadirkan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Ternate-Tidore, Ibrahim Tuheteru.

Menurut Hamidin, ekonomi hijau mencakup seluruh sektor yang berkaitan sektor pertanian, perikanan, pariwisata, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan potensi daratan dan lautan yang luas, Maluku Utara memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan mineral.
Namun, ia mengingatkan agar eksploitasi sumber daya tambang seperti nikel dan emas tidak dilakukan secara berlebihan hingga mengabaikan kerusakan lingkungan.
“Jangan sampai eksploitasi tambang dilakukan secara masif, tetapi justru mengorbankan lingkungan. Ini menjadi ancaman besar bagi Maluku Utara dan Indonesia secara umum,” ujarnya.
Hamidin menjelaskan, kerusakan lingkungan dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur dan ekosistem laut terganggu. Kondisi tersebut berpotensi mengancam ketahanan pangan masyarakat.
“Kita harus memastikan lahan dan laut tetap terjaga. Jika kondisi tanah dan laut baik, maka hasil pertanian dan perikanan akan maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi dari sektor tambang memang dapat menciptakan lapangan kerja dalam jangka pendek. Namun, ketika produksi menurun, risiko pengangguran meningkat dan daerah menjadi rentan terhadap krisis pangan jika sektor pertanian tidak dikembangkan.
Hamidin tetap optimistis Maluku Utara mampu memperkuat sektor pertanian. Menurutnya, diperlukan pengawasan yang ketat dan regulasi yang membatasi aktivitas pertambangan agar pembangunan pertanian tetap berjalan.
“Dengan kebijakan yang tepat, Maluku Utara dapat mewujudkan swasembada pangan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....