Wagub Sebut Minat Baca Maluku Utara Tahun 2026 Meningkat
- 11 Mei 2026 12:46 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate– Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan minat baca masyarakat Maluku Utara pada 2026 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data terbaru, Malut menempati peringkat keempat nasional dengan skor 60,66 poin.
Hal ini diungkapkan saat menghadiri pengukuhan Bunda Literasi kabupaten/kota se-Maluku Utara periode 2026-2030 di Bella Hotel, Senin 11 Mei 2026.

Sarbin menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat minat baca Maluku Utara sebelumnya masih tergolong rendah. Pada periode 2024-2025, provinsi ini berada di peringkat ke-32 secara nasional.
Namun, melalui kerja sama berbagai pihak dan upaya berkelanjutan dalam penguatan budaya literasi, skor minat baca Maluku Utara meningkat menjadi 60,66 poin pada 2026. Capaian tersebut menempatkan Maluku Utara di posisi keempat nasional.
“Meski mengalami peningkatan, tantangan geografis sebagai daerah kepulauan, keterbatasan akses buku secara fisik, serta rendahnya literasi digital masih menjadi persoalan serius. Karena itu, pengukuhan Bunda Literasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem literasi di Maluku Utara,” ujar Sarbin.
Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bijak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Di era digital saat ini, literasi juga berarti kesadaran dalam berinteraksi di media sosial. Tanpa pemahaman literasi yang baik, ruang digital dapat memicu kegaduhan dan penyebaran berita hoaks,” katanya.
Sarbin menegaskan, Bunda Literasi memiliki peran penting dalam menanamkan literasi digital kepada masyarakat agar mampu menghindari provokasi dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Aminudin Aziz, mengatakan Perpusnas terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Penyediaan buku kini kami lakukan melalui buku digital. Perpusnas memiliki portal khusus yang dapat diakses gratis oleh siapa saja, mulai dari koleksi buku anak hingga buku umum dengan jumlah koleksi yang sangat banyak,” ujarnya.
Ia juga mendorong kerja sama antara dinas perpustakaan dengan berbagai organisasi perangkat daerah, terutama dinas pendidikan, karena perpustakaan sekolah berperan besar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
“Namun, peningkatan IPLM tidak bisa hanya mengandalkan dinas pendidikan. Harus ada kolaborasi dengan dinas lain, dan Bunda Literasi diharapkan dapat menjadi penggerak utama,” kata Aminudin, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....