Harga MinyaKita di Halmahera Rp25 Ribu, Gubernur Sherly Ungkap Penyebabnya

  • 08 Mei 2026 10:58 WIB
  •  Ternate
Poin Utama
  • Sherly Tjoanda menyebut harga MinyaKita di Halmahera mencapai Rp25 ribu per liter akibat tingginya biaya distribusi dari Ternate ke daerah kepulauan.
  • Harga resmi MinyaKita Rp15.700 per liter hanya berlaku untuk stok yang disalurkan melalui Bulog di Ternate, sementara distribusi di luar jalur tersebut membuat harga menjadi lebih mahal.
  • Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan subsidi ongkos logistik agar MinyaKita di wilayah Halmahera tetap bisa dijual sesuai harga eceran tertinggi Rp15.700 per liter.

RRI.CO.ID, Ternate – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda merespons tingginya harga minyak goreng bersubsidi MinyaKita di wilayah Pulau Halmahera, termasuk di Desa Payahe, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, yang mencapai Rp25 ribu per liter.

Sherly menjelaskan, mahalnya harga MinyaKita di wilayah Halmahera dipengaruhi tingginya biaya distribusi dari Kota Ternate menuju daerah tujuan. Menurutnya, harga resmi MinyaKita sebesar Rp15.700 hanya berlaku untuk stok yang disalurkan melalui Bulog di Ternate.

“Karena itu tadi distribusi. Minyak Kita itu cuma ada di Ternate yang lewat Bulog. Karena memang MinyaKita yang enggak lewat Bulog itu harganya enggak Rp15.700. Hanya yang lewat Bulog aja yang Rp15.700,” ujar Sherly saat dikonfirmasi, di Bela Hotel Ternate, Jumat 8 Mei 2026.

Ia mengatakan, harga MinyaKita di Ternate sebesar Rp15.700 tidak mungkin tetap sama ketika didistribusikan ke wilayah Halmahera tanpa adanya subsidi ongkos angkut. Menurutnya, biaya logistik menjadi faktor utama yang menyebabkan harga jual di daerah kepulauan lebih tinggi.

“MinyaKita di Ternate harganya Rp15.700, tambah ongkir sampai sini kan enggak mungkin Rp15.700, kecuali Bulog subsidi ongkir. Makanya Rp15.700 MinyaKita itu hanya bisa didapat lewat Bulog,” katanya.

Sherly menambahkan, stok MinyaKita saat ini masih terpusat di Ternate sehingga distribusi ke wilayah lain membutuhkan biaya tambahan. Untuk menekan harga di daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara kini memberikan subsidi logistik agar MinyaKita tetap dapat dijual sesuai harga eceran tertinggi.

“Saat ini disubsidi oleh kita, Pemprov, untuk bisa jual di Rp15.700 logistiknya,” ujar Sherly.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....