Aktivitas PT. FHT, Wagub Telusuri Dugaan Pencemaran Teluk Buli

  • 06 Mei 2026 18:28 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Timur - Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai bentuk tim untuk melihat langsung kondisi kali Kali Kukuba di Teluk Buli, Desa Buli Asal dan Wayfli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur Maluku Utara yang diduga tercemar limbah akibat aktivitas perusahaan. Kali Kukuba yang sebelumnya jernih kini berubah warna menjadi coklat diduga tercemar limbah PT Feni Halmahera Timur (FHT) bersama subkontraktornya PT Buka Bumi Konstruksi.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe saat dikonfirmasi rri.co.id usai rapat koordinasi dengan seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara di kantor Kejaksaan Tinggi, Rabu, 6 Mei 2026 secara tegas menyatakan akan menurunkan tim ke lokasi.

“Dengan informasi ini, saya akan meminta tim untuk turun ke lokasi supaya mengecek langsung,” ujar Wagub.

Baca juga: Aktivitas PT. Feni Diduga Cemarkan Kali Kupa Halmahera Timur

Wagub mengakui, tim yang diutus untuk melihat langsung kondisi kali Kukuba di Halmahera Timur tersebut, adalah tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara.

Kondisi Kali Kukuba di Teluk Buli (Dok: Warga/RRI)

Dirinya mengakui, Pemprov belum bisa mengambil sikap sebelum mendapat hasil dari tim yang akan diterjunkan ke lokasi.

“Nanti kita lihat hasilnya, selanjutnya kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Yang pasti tim itu akan berangkat dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Perwakilan PT. FHT saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp belum memberikan keterangan lebih jauh karena masih ada beberapa prosedur yang harus dilewati.

“Nanti saja ya. Kami ada prosedur membuat pernyataan,” singkatnya dalam pesan WhatsApp.

Dari laman resminya, PT FHT adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi Feronikel di daerah Buli, Kabupaten Halmahera Timur, Provisi Maluku Utara yang berdiri pada tanggal 24 Mei 2011.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....