ASN Malut Didorong Kuasai AI untuk Reformasi Layanan Publik

  • 04 Mei 2026 11:06 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di bidang teknologi digital dengan membuka program pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Program ini digelar melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku Utara bekerja sama dengan BLSDM Komdigi Manado, dan berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di Aula Bidadari, Kantor BPSDM.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari skema Digital Talent Scholarship, khususnya pada kelas Government Transformation Academy (GTA), yang dirancang untuk mendorong transformasi birokrasi berbasis teknologi.

Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Fachruddin Tukuboya, menekankan bahwa pemanfaatan AI menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kebijakan publik, terutama di tengah kompleksitas persoalan pemerintahan dan melimpahnya data.

Menurutnya, penguasaan teknologi digital menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah dan bangsa, sejalan dengan tuntutan era revolusi industri 5.0.

Senada dengan itu, Kepala BLSDM Komdigi Manado, Arsyad, menjelaskan bahwa AI mampu membantu ASN dalam mengolah data dalam jumlah besar, mengidentifikasi pola, hingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Teknologi ini juga dinilai dapat menjawab persoalan klasik pemerintah terkait data yang belum terintegrasi.

Ia menambahkan, program DTS secara nasional terdiri dari berbagai akademi pelatihan, seperti Government Transformation Academy (GTA), Digital Leadership Academy (DLA), hingga Digital Entrepreneurship Academy (DEA), yang disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi SDM.

Pemprov Maluku Utara berharap pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel berbasis digital. Selain itu, peningkatan kapasitas ASN di bidang teknologi diharapkan mampu mempercepat reformasi birokrasi dan mendorong inovasi pelayanan publik.

Kegiatan pelatihan ditandai dengan penyematan pin kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya program secara resmi.

Di bawah kepemimpinan Sherly Tjoanda, pemerintah daerah terus mendorong ASN untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Dengan penguatan kompetensi digital, ASN diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi juga motor penggerak perubahan yang mampu meningkatkan efisiensi birokrasi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....