Panen Jagung SMKN-4 Tikep, Wagub Sarbin: SMK Penunjang Ketahanan Pangan

  • 26 Apr 2026 12:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan melibatkan sektor pendidikan vokasi. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pemanfaatan lahan sekolah oleh SMK untuk kegiatan pertanian produktif.

Upaya ini terlihat di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan yang mengembangkan budidaya jagung manis di lahan sekolah yang sebelumnya tidak produktif. Hasilnya, tanaman tersebut berhasil dipanen dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.

Panen dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abubakar Abdullah, bersama pihak sekolah dan para siswa di Desa Tayawi, Kecamatan Oba, Minggu 26 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Sarbin menyampaikan apresiasi atas keseriusan jajaran Dinas Pendidikan dan pihak sekolah dalam mendorong peran SMK sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan daerah.

“Ini menjadi bukti bahwa SMK tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan,” ujar Sarbin kepada rri.co.id, usai panen.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama siswa SMK Negeri 4 Tikep panen jagung.(Foto: RRI/Yudi).

Menurutnya, Pemprov Maluku Utara akan terus mendorong SMK, khususnya yang memiliki program studi pertanian, untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan yang serius agar program tersebut dapat memberi dampak berkelanjutan.

Sarbin juga menyoroti masih tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah. Kondisi ini, kata dia, harus segera diatasi dengan memperkuat produksi lokal, termasuk melalui peran SMK.

“Hampir sebagian besar bahan konsumsi kita masih didatangkan dari luar. Ke depan, kita akan lakukan pemetaan kembali potensi SMK beserta produk yang bisa dikembangkan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam beberapa bulan ke depan, pasokan dari daerah lain berpotensi mengalami keterbatasan. Karena itu, penguatan produksi lokal menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Pemprov Maluku Utara mencatat terdapat 63 SMK yang tersebar di wilayah tersebut. Seluruhnya akan didorong untuk berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan, sekaligus terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Potensi SMK ini sangat besar. Kita akan maksimalkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” ucapnya.

Panen jagung ini dihadiri Kabid SMK, Makmur, dan Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus, Ruslan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....