Kadikbud Malut Cek SMAN 11 Pascagempa Batang Dua
- 11 Apr 2026 16:21 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Batang Dua - SMA Negeri 11 Ternate menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April 2026 lalu. Sejumlah bangunan sekolah mengalami keretakan, terutama pada ruang guru, UKS, toilet, dan beberapa bagian bangunan lainnya.
Kondisi tersebut terungkap saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah mendampingi Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meninjau langsung warga yang berada di Kelurahan Mayau, Batang Dua, Sabtu 11 April 2026.
“Tadi kami sudah survei secara keseluruhan ruangnya semua, memang ada beberapa titik tertentu yang memang mendapatkan dampak dari gempa. Itu ruang guru, kemudian UKS yang ada di sana, dan ruang toilet,” ujar Abubakar usai peninjauan.
Ia menjelaskan, secara nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meminta seluruh kepala sekolah terdampak untuk mengisi formulir pendataan kerusakan. Data tersebut akan menjadi dasar intervensi pemerintah pusat melalui program penanganan pascabencana.
Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara juga akan segera mengambil langkah perbaikan, terutama pada bagian bangunan yang terdampak getaran gempa.
“Tapi untuk ruang-ruang kelas hampir secara keseluruhan alhamdulillah sudah kita pantau normal. Baik, bagus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Ternate Fredek Salu mengatakan pihak sekolah langsung melakukan identifikasi kerusakan sesaat setelah gempa terjadi. Meski tidak ada bangunan yang roboh, retakan terlihat di sejumlah titik, termasuk ruang guru, toilet, UKS, dan teras ruang kepala sekolah.
Untuk alasan keselamatan, kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara selama masa tanggap darurat bencana. Para siswa diminta tetap berada di rumah bersama keluarga masing-masing hingga situasi dinyatakan aman.
“Kami sudah menginstruksikan, selama masa tanggap darurat, sesuai informasi sampai tanggal 15. Oleh karena itu disampaikan kepada seluruh orang tua bahkan guru-guru, sepanjang tanggal darurat ini, sekolah diistirahatkan, sambil menunggu informasi terbaru,” ujar Fredek.
Saat ini, SMA Negeri 11 Ternate memiliki total 90 siswa, terdiri atas 29 siswa kelas XII, 38 siswa kelas XI, dan 23 siswa kelas X. Pemerintah daerah memastikan pemulihan sarana pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar dapat kembali berjalan normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....