Gempa Guncang Bitung-Sulut, Siswa di Ternate Dipulangkan Lebih Awal

  • 02 Apr 2026 07:52 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, dan dirasakan hingga Maluku Utara pada Kamis 2 April 2026, sekitar pukul 07.48 WIT. Guncangan kuat turut dirasakan di Kota Ternate dan memicu kepanikan warga, termasuk di sejumlah sekolah dasar.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, episenter gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur. Lokasinya sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 62 kilometer.

BMKG juga menyampaikan gempa tersebut berpotensi tsunami, sehingga masyarakat yang berada di wilayah pesisir diimbau segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

Di Kota Ternate, getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 3, 4, 8, dan 10. Para siswa dan guru sempat panik, terutama mereka yang berada di lantai dua gedung sekolah.

Salah satu guru SD Negeri 3 Ternate, Hasniati, mengungkapkan bahwa saat gempa terjadi, para guru langsung mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi siswa ke area terbuka.

“Kami sangat takut karena getaran sangat kuat, jadi anak-anak kami minta semuanya ke lapangan sampai situasi aman,” ujarnya kepada rri.co.id.

Menurutnya, seluruh siswa diarahkan menuju lapangan sekolah sebagai titik kumpul darurat. Para siswa mengikuti instruksi guru dengan tertib meski dalam kondisi panik.

Beberapa saat setelah gempa, sejumlah orang tua datang ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka. Pihak sekolah kemudian mengambil kebijakan untuk memulangkan siswa lebih awal demi keselamatan.

“Keputusan dari kepala sekolah dan guru, anak-anak diizinkan pulang lebih dulu sampai situasi aman, karena informasinya juga berpotensi tsunami, jadi lebih baik mereka berada di rumah masing-masing,” kata Hasniati.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta otoritas terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....