Ternate Jadi Titik Terakhir Gerakan Pangan Murah Ramadan Pemprov Malut
- 16 Mar 2026 16:51 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuntaskan rangkaian kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota. Penutupan program tersebut dipusatkan di Kelurahan Taduma, Kota Ternate, Senin 16 Maret 2026, dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.
Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa program GPM merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Ia juga menyoroti kondisi inflasi di Ternate yang saat ini mencapai sekitar 6 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi Provinsi Maluku Utara yang berada di angka 5,8 persen.
Karena itu, Wakil Gubernur menitipkan pesan khusus kepada para ibu rumah tangga agar berperan aktif membantu menekan inflasi dari lingkup keluarga. Menurutnya, pengelolaan konsumsi rumah tangga yang bijak dapat berkontribusi menjaga stabilitas harga di pasar.
Sarbin mengimbau masyarakat untuk tidak bersikap konsumtif dan menghindari perilaku belanja berlebihan tanpa perencanaan. Ia juga menyoroti tingginya potensi pemborosan makanan selama bulan Ramadan.
“Hasil survei menunjukkan kurang lebih Rp4 sampai Rp6 miliar terbuang percuma setiap malam karena kue-kue yang tidak termakan. Saya minta ibu-ibu atur dapur dengan baik, beli sesuai kebutuhan agar harga tidak terus melonjak,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan stok pangan di Maluku Utara dalam kondisi aman. Namun, menurutnya, rantai distribusi yang cukup panjang sering menjadi faktor yang memicu fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Pada penutupan GPM di Kelurahan Taduma, pemerintah provinsi melalui Dinas Pangan menyalurkan sekitar 500 paket sembako murah yang dapat ditebus masyarakat menggunakan kupon.
Kepala Dinas Pangan Maluku Utara, Dheni Tjan, menjelaskan bahwa total komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi 2,5 ton beras, 1 ton gula pasir, dan 1.000 liter minyak goreng.
“Setiap paket dijual seharga Rp50.000 yang berisi beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Harga ini jauh di bawah harga pasar karena pemerintah menargetkan harga minyak goreng tetap berada di kisaran Rp15.700 per liter,” ucapnya.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu warga Taduma, Raoda, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu warga, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini kesempatan emas bagi kami. Harga sembako beberapa tahun terakhir melonjak tinggi, jadi kegiatan ini sangat membantu masyarakat kecil,” katanya.
Kegiatan penutupan GPM ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Maluku Utara, Satgas Saber Pangan, jajaran Dinas Pangan Provinsi dan Kota Ternate, Lurah Taduma, serta masyarakat setempat.
Di akhir sambutannya, Sarbin Sehe mengajak masyarakat memanfaatkan sisa waktu di bulan Ramadan untuk meningkatkan kepedulian sosial, termasuk membantu anak yatim dan segera menunaikan kewajiban zakat fitrah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....