Negosiasi Angkutan Haji Malut, Tiga Maskapai Ajukan Harga

  • 09 Mar 2026 11:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Tiga maskapai penerbangan nasional kembali mengikuti negosiasi lanjutan dengan tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Maluku Utara terkait angkutan udara jemaah calon haji tahun 2026. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing maskapai mempresentasikan penawaran harga terbaik beserta fasilitas layanan yang akan diberikan.

Negosiasi kedua ini digelar secara daring dan luring di eks Crisan, Kota Ternate, Minggu 8 Maret 2026. Pertemuan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, didampingi Ketua PPIHD Maluku Utara Asrul Gailea bersama tim negosiasi lainnya.

Tiga maskapai yang mengikuti proses negosiasi yakni Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Perwakilan masing-masing maskapai memaparkan secara rinci nilai penawaran serta berbagai fasilitas yang akan disiapkan untuk mendukung layanan penerbangan jemaah calon haji.

“Tadi tiga maskapai hadir, masing-masing dengan dia punya harga yang berbeda-beda. Tentu semua ini kita panitia secara teknis mengevaluasi semua mulai dari syarat-syarat yang ada, kemudian dengan harga,” kata Asrul kepada rri.co.id, di Sofifi, Senin 9 Maret 2026.

Berdasarkan penawaran yang disampaikan, harga yang diajukan oleh masing-masing maskapai bervariasi. Garuda Indonesia sebagai maskapai full service disebut menawarkan harga di atas Rp7 miliar. Sementara Lion Air yang dikenal memiliki armada besar serta tarif lebih kompetitif mengajukan penawaran sekitar Rp5 miliar. Adapun Sriwijaya Air menawarkan harga di kisaran Rp5,7 miliar.

Meski demikian, Asrul menyebut seluruh penawaran tersebut masih berada dalam skenario anggaran angkutan udara PPIHD Maluku Utara tahun 2026.

Tim teknis PPIHD, lanjutnya, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap harga maupun berbagai syarat layanan yang diajukan masing-masing maskapai sebelum menetapkan pemenang.

“Nanti dievaluasi semua karena ada juga yang menawarkan rendah misalnya tapi tentu punya syarat-syarat lain yang tidak terpenuhi. Tahapan selanjutnya kan penetapan pemenang dan kemudian kita kontrak,” ujarnya.

Dalam proses negosiasi tersebut, salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah kondisi keamanan global di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur).

Meski begitu, PPIHD Maluku Utara mengaku telah mengantisipasi berbagai kemungkinan tersebut. Langkah ini penting karena berkaitan langsung dengan biaya carter pesawat untuk mengangkut jemaah calon haji dari Ternate menuju embarkasi Makassar sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Proses evaluasi saat ini masih berlangsung, dan PPIHD memastikan keputusan akhir akan mempertimbangkan aspek harga, keselamatan, serta kualitas layanan bagi jemaah haji asal Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....