Pemprov Malut Siapkan Strategi-Terpadu Hadapi Mudik Lebaran 2026

  • 05 Mar 2026 19:08 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan langkah terpadu untuk menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman sekaligus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memimpin koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi terkait di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sofifi, Kamis 5 Maret 2026. Rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Pertemuan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan instansi terkait, antara lain Kapolda Maluku Utara, Danrem 152/Baabulah, Badan Kesbangpol, BMKG, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, BPBD, Dinas Pariwisata, hingga Dinas Pendidikan.

Dalam arahannya, Gubernur Sherly mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat penting untuk memastikan kelancaran arus mudik bagi masyarakat.

“Rapat koordinasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk hadir dan memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sherly menambahkan, sebagai wilayah kepulauan, Maluku Utara sangat bergantung pada konektivitas transportasi laut. Karena itu, kesiapan infrastruktur, transportasi, serta pengamanan harus dipersiapkan secara matang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengumumkan program mudik bersubsidi Lebaran 2026 berupa potongan harga tiket kapal laut sebesar 50 persen bagi masyarakat Maluku Utara.

Kebijakan ini berlaku untuk perjalanan pulang-pergi pada periode 12 hingga 31 Maret 2026, sementara penjualan tiket mulai dibuka pada 5 Maret 2026.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan pentingnya kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi arus mudik tahun ini.

Ia meminta seluruh pihak menjalankan persiapan secara optimal, terukur, dan bertanggung jawab, dengan memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya.

“Penguatan koordinasi diperlukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri,” katanya.

Menutup arahannya, Gubernur Sherly menekankan agar aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengelolaan arus mudik tahun ini, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan maksimal.

“Kami siap bersinergi dengan Polri, TNI, dan seluruh instansi terkait agar masyarakat Maluku Utara dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....