Bank Indonesia Gelar Malut Halal Fair 2026
- 05 Mar 2026 02:59 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara resmi menggelar Maluku Utara (Malut) Halal Fair 2026, ajang tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian National Halal Fair. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 4 hingga 7 Maret 2026, dengan menghadirkan beragam program penguatan ekonomi syariah.
Berpusat di Gedung Dhuafa Center, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, kegiatan ini menjadi langkah konkret memperkuat posisi Maluku Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan Timur Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan Malut Halal Fair merupakan strategi memperkuat ekosistem halal daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut melibatkan pelaku UMKM, perbankan syariah, lembaga zakat, hingga pemerintah daerah.

“Penguatan ekosistem halal tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi, dan literasi yang berkelanjutan agar ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan baru yang inklusif,” ujar Handi dalam sambutannya, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia memaparkan, secara nasional kinerja Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) 2025 menunjukkan tren positif. Sektor Halal Value Chain (HVC) tumbuh 6,21 persen (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 25,45 persen pada 2024.
Sektor makanan dan minuman halal menjadi penyumbang utama dengan capaian net ekspor sebesar 30,36 miliar dolar AS. Sementara pariwisata ramah muslim tumbuh di kisaran 5–7 persen dan fesyen muslim mencatatkan pertumbuhan 3,51 persen (yoy), meski menghadapi perlambatan permintaan ekspor global.
Dari sisi keuangan, pembiayaan perbankan syariah nasional tumbuh 9,66 persen (yoy) pada akhir 2025. Dana zakat serta infak dan sedekah yang dikelola lembaga resmi juga tumbuh 1,43 persen (yoy), dengan porsi terbesar berasal dari zakat sebesar 78,05 persen.
Indeks Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah pun meningkat menjadi 50,18 persen pada 2025. Angka ini mencerminkan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan berbasis syariah.
Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 87 persen dari total populasi, Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah global. Potensi serupa juga tercermin di Maluku Utara, di mana sekitar 75,7 persen dari 1,36 juta penduduknya atau setara 1,026 juta jiwa merupakan muslim.
“Pangsa pasar yang besar ini menjadi modal strategis dalam pengembangan industri halal dan keuangan syariah di daerah,” jelas Handi. Dari sisi sektor keuangan daerah, perbankan syariah di Maluku Utara menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada triwulan IV 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1,2 triliun, sementara total pembiayaan mencapai Rp1,5 triliun.
Rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) berada di level 119,01 persen, mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan optimal dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta pertumbuhan sektor riil.
Melalui Malut Halal Fair 2026, Bank Indonesia Maluku Utara menghadirkan pameran produk halal UMKM, business matching, edukasi literasi keuangan syariah, hingga kampanye gaya hidup halal. Ajang ini diharapkan menjadi katalisator untuk memperluas pasar produk halal Maluku Utara sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu menembus pasar nasional dan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....