Pemprov Malut Anggarkan Jembatan Ruas Songa-Wayatim Rp30 Miliar

  • 28 Feb 2026 17:32 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalokasikan anggaran pembangunan tiga unit jembatan pada ruas Songa–Wayatim, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Anggaran tersebut melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

Sherly Tjoanda memastikan, pembangunan tiga jembatan itu akan mulai dikerjakan pada Maret 2026. Ketiganya meliputi Jembatan Ake Bibinoi dengan bentang 60 meter senilai Rp13 miliar yang kini dalam proses katalog, Jembatan Ake Raim bentang 50 meter senilai Rp11 miliar yang sedang dalam tahap penyesuaian harga satuan, serta Jembatan Ake Mou bentang 30 meter senilai Rp6,9 miliar yang telah memasuki proses kontrak.

“Jembatan ini sudah dianggarkan tahun ini dan akan segera dikerjakan,” ujar Sherly, Jumat 27 Februari 2026, merespons peristiwa seorang ibu hamil yang mengalami kesulitan menyeberangi sungai akibat banjir karena belum tersedianya jembatan permanen di wilayah tersebut.

Menurut Sherly, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terluar dan terisolasi menjadi prioritas pemerintah provinsi, terutama untuk memastikan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi logistik masyarakat tidak lagi terhambat saat kondisi cuaca ekstrem.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menegaskan bahwa proyek tersebut telah masuk dalam skema pembangunan tahun 2026 dan kini tengah menyelesaikan tahapan administrasi pengadaan.

“Masih dalam proses administrasi. Jika seluruh tahapan selesai, maka langsung dikerjakan. Kita tahu sudah lama wilayah tersebut belum memiliki jembatan yang memadai. Di era Ibu Gubernur, kami diperintahkan untuk segera merealisasikannya,” ujar Risman.

Ia menambahkan, percepatan proses pengadaan dilakukan agar pelaksanaan fisik dapat berjalan tepat waktu sesuai target. Pemerintah provinsi berharap, dengan terbangunnya tiga jembatan tersebut, konektivitas antarwilayah di Bacan Timur semakin lancar dan risiko keterisolasian saat musim hujan dapat diminimalkan.

Pembangunan jembatan pada ruas Songa–Wayatim dinilai strategis karena menjadi akses utama mobilitas masyarakat, termasuk untuk kebutuhan darurat seperti layanan kesehatan ibu dan anak. Pemerintah daerah memastikan proyek ini menjadi salah satu prioritas infrastruktur tahun anggaran 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....